Sebanyak 228 Gempa Susulan Guncang NTB

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 08:18 WIB
Sebanyak 228 Gempa Susulan Guncang NTB Sebanyak 228 gempa susulan mengguncang NTB pasca gempa 6,4 SR. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 228 gempa susulan terjadi pascagempa 6,4 skala richter yang mengguncang di Nusa Tenggara Barat. Korban meninggal sejauh ini tercatat 17 orang dan ratusan orang terluka.

Gempa susulan hingga Minggu (29/7) pukul 23.00 WIB tercatat ada 213 kali. Sementara Senin (18/7) dini hari hingga pagi ini Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika mencatat ada 15 gempa susulan.


Adapun jumlah korban jiwa akibat gempa, dikabarkan masih terus bertambah. Berdasarkan laporan Kapolres Lombok Timur Ajun Komisaris Besar Eka Faturrahman, hingga Minggu (29/7), 17 orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian itu.


"Dari informasi Polda, kami merekap juga. Jumlah 17 yang meninggal dunia," kata Eka di kantor Kecamatan Simbalun, NTB, Minggu (29/7) seperti dilansir dari Detik.com.


Menurut Eka, jumlah korban yang meninggal itu berasal dari dua kabupaten yaitu, Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Sementara itu, jumlah korban luka masih didata petugas.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menetapkan tiga hari masa tanggap darurat untuk penanganan korban gempa.

"Kami kini fokus penanganan penyelamatan dahulu. Polisi, Basarnas, semua aparat dikerahkan. Untuk tiga hari ini kita masa tanggap darurat," ujar TGB, dilansir Antara, Minggu (29/7).

Menurut TGB, berdasarkan laporan sementara tiga kecamatan paling terdampak, dua kecamatan berada di Lombok Utara yaitu Kecamatan Sembalun dan Sambelia, serta satu kecamatan di Lombok Selatan yaitu Kecamatan Bayan

"Kami akan terus pastikan penanganan gempa ini," katanya.

(DAL)