Tak terkecuali pada kasus koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat.
"Ya pasti. Enggak ada itu cerita kosong-kosong, makanya orang-orang kaya kita ini enggak ada cerita bisa ngotot-ngotot, sebab kita tahu ada cerita pembiayaan," kata dia, di kompleks parlemen, Senin (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilpres itu kalau enggak ada bohir-nya, enggak ada tukang bayarnya, ya enggak jalan," ujar Fahri.
Politikus Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu (13/6). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Menurutnya, warga sipil kelas menengah ke atas enggan menyokong dana untuk parpol atau capres-cawapres tertentu.
Fahri pun meyakini saat ini seluruh partai peserta Pemilu sedang gencar membahas pembiayaan politik dan pembagian kekuasaan.
Lihat juga:SBY: Prabowo Calon Presiden Kita |
Terpisah, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo soal cawapres pendamping.
"Saya sebagai pemimpin Demokrat menyerahkan penuh pada pak Prabowo untuk mengambil keputusan. Yang penting rakyat memberikan dukungan yang kuat," kata SBY dalam jumpa pers usai bertemu dengan Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7).
Lihat juga:Prabowo soal AHY Cawapres: Why Not? |
Politikus Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu (13/6). (