SBY: Pemilu Bukan Bharatayuda untuk Saling Menghancurkan

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 22:13 WIB
SBY: Pemilu Bukan Bharatayuda untuk Saling Menghancurkan Ketua Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa Pemilu Presiden 2019 bukan seperti Perang Bharatayuda yang dikisahkan dalam kitab Mahabrata.

"Kompetisi di pemilu bukan Bharatayuda, bukan untuk saling menghancurkan," kata SBY usai bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Senin (30/7), di Jakarta.

Baratayuda merujuk pada perang besar di Kurukshetra antara keluarga Pandawa melawan Kurawa. Perang ini dikisahkan dalam sebuah epos terkenal dari India, Mahabharata.


SBY mengatakan bahwa Demokrat dan PKS memandang pemilu sebagai ajang berkompetisi untuk mendapatkan mandat dan kepercayaan rakyat untuk lima tahun mendatang.

"Itulah koridor kami, etika kami, moral politik yang kami junjung bersama-sama," kata dia.

Atas dasar itu, SBY menyerukan kepada semua pihak untuk berkompetisi dengan jiwa ksatria. Semua pihak diminta menaati, undang-undang, dan etika yang berlaku.

"Dengan demikian kalah dan menang akan mendapat penerimaan yang tulus dari rakyat kita," ujar SBY.

Penjajakan Koalisi

Pertemuan SBY dan sejumlah elite PKS berlangsung di Kantor DPP PKS di kawasan TB Simatupang, Jakarta. PErtemuan dilakukan dalam rangka menjajaki koalisi menghadapi Pilpres 2019.

Kepada wartawan, SBY menyebut pertemuan malam ini sebagai nostalgia, mengingat dirinya dan PKS pernah menjalin koalisi pada Pilpres 2004 dan 2009. 

Sebelumnya SBY telah dua kali bertemu Prabowo Subianto, capres dari Gerindra. Pada pertemuan yang berlangsung siang tadi, SBY menyatakan bahwa koalisi dengan Gerindra semakin terbuka lebar.

SBY bahkan menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo soal sosok yang akan dipilih sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019.




(wis/asa)