Evakuasi Rampung, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Tutup

CTR, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 18:25 WIB
Evakuasi Rampung, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Tutup Evakuasi para pendaki Gunung Rinjani. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Evakuasi di jalur pendakian Gunung Rinjani dinyatakan selesai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selepas gempa bumi pada Minggu pekan lalu. Namun, jalur pendakian dinyatakan masih ditutup.

"Masih ditutup sampai waktu yang belum bisa kita tentukan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB Jakarta, Selasa (31/7).

Sutopo mengatakan masih ada kemungkinan gempa susulan yang terjadi di kawasan Lombok, setelah gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Lombok pada Minggu (27/7) pekan lalu. Hingga hari ini sebanyak 17 orang dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian itu. Selain itu kondisi jalur pendakian Rinjani pun sebagian sudah rusak karena tertimpa bebatuan.


"Kondisinya membahayakan, material banyak yang jatuh. Kita juga belum bisa memastikan jalur pendakian," tegas dia.
Sebanyak 1.091 pendaki dari dalam dan luar negeri telah dievakuasi turun. Kebanyakan pendaki terjebak di Plawangan Sebatu, Batu Ceper dan di Danau Segara Anak.

"Sudah dievakuasi 1091 jiwa dalam keadaan selamat semua. 723 WNA dan 368 jiwa WNI. Namun ada satu orang meninggal dan sudah kita kirim ke Malaysia," ungkap Sutopo.

Selama proses evakuasi, tim menerjunkan 244 personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Relawan serta dari Mapala setempat. Sedikitnya tiga helikopter dikerahkan dalam proses evakuasi.

Dampak gempa paling parah terjadi di Lombok Timur dan Lombok Utara. Tercatat, ada korban luka-luka sebanyak 401 jiwa dan sudah ada pengungsi sebanyak 10.062 jiwa di 13 titik di Lombok.
Siapkan Bantuan

Menurut Sutopo, bantuan kerusakan rumah kategori berat adalah sebesar Rp50 juta rupiah. Sementara untuk kategori ringan dan sedang akan mendapatkan Rp10 juta rupiah.

"Pendataan dilakukan by name, by address. Sekarang masih dalam tahap pendataan oleh pemda," kata dia.

Sementara menunggu bantuan dana kerusakan rumah, BNPB juga sudah menyalurkan bantuan dana untuk pengungsi sebanyak Rp10 ribu per hari. Bantuan ini diberikan selama tujuh hari sejak kejadian.

Selain itu, Sutopo juga berharap daerah membentuk struktur organisasi tanggap darurat dan posko terpadu tanggap darurat.
"Bantuan yang untuk rumah akan kami salurkan sesegara mungkin setelah data masuk bertahap. Karena kami tidak mungkin mengeluarkan dana begitu saja," ujar Sutopo. (ayp)