Massa 'Relawan NKRI' Ganggu Aksi Pembebasan Papua Barat

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 14:48 WIB
Massa 'Relawan NKRI' Ganggu Aksi Pembebasan Papua Barat Demo Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Agustus. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) di depan Istana Merdeka, Kamis (2/8), sempat diadang oleh Relawan NKRI.

Kelompok terakhir ini berniat membubarkan aksi dukungan kepada pembebasan Papua Barat saat orator demo tengah berorasi.


Mereka datang tak lama setelah AMP dan FRI-WP berorasi di depan Istana Merdeka.


"NKRI harga mati!" teriak kelompok Relawan NKRI tersebut, bersaing dengan alat pengeras suara yang dipakai FRI-WP dan AMP, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/8).

Relawan ini menganggap bahwa orasi yang disampaikan lawannya itu tak berbasis bukti alias omong kosong. Oleh karena itu, mereka ingin aksi segera dihentikan.

"Usir saja! Itu sejarah omong kosong," cetus salah satu anggota relawan sambil meringsek masuk ke dalam barisan AMP.

Polisi yang berjaga segera memisahkan kembali dua kubu masyarakat tersebut. Mereka mencoba menenangkan relawan NKRI dengan mengajak berteduh di bawah tandu petugas.

Saat hendak diwawancarai CNNIndonesia.com, Relawan NKRI yang berjumlah sekitar delapan orang tersebut enggan menjawab dan hanya menyebut "kami Papua".

Dari pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, jumlah massa yang mengikuti aksi AMP dan FRI-WP ini bertambah menjadi sekitar 30-an orang. Orasi juga akan membahas mengenai kekayaan bumi Papua seperti Freeport dan lain sebagainya.

Unjuk rasa ini digelar memperingati 49 tahun referendum di Papua atau Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969.

(arh/gil)