Survei Alvara: Persaingan Jokowi dan Prabowo Makin Ketat

Dhio Faiz | CNN Indonesia
Jumat, 03 Agu 2018 16:42 WIB
Hasil survei Alvara memperlihatkan Jokowi dan Prabowo sebagai kandidat capres dengan elektabilitas yang terpaut jauh dari para pesaingnya. Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, beberawapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga survei Alvara Research Center mengungkapkan bahwa elektabilitas calon presiden petahana Joko Widodo masih unggul dari Prabowo Subianto.

Banyak nama yang muncul dalam survei. Namun Jokowi dan Prabowo tercatat unggul jauh dari kandidat-kandidat lainnya. Pertarungan diprediksi hanya akan terjadi antara dua pihak itu.

"Capres kami rasa sudah selesai. Jokowi dan Prabowo sudah terlalu tinggi, nama-nama lain sangat jauh. Kalau ada nama di luar dua nama ini mungkin agak berat mengejar," Kepala Peneliti Alvara Harry Nugroho, pada jumpa pers di Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Hal ini didasarkan atas hasil survei yang melibatkan 1.142 responden, pada periode 20-28 Juli 2018. Survei ini memiliki margin of error 2,95 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen serta dilakukan menggunakan multistage random sampling.

"Soal elektabilitas calon presiden, 48,4 persen memilih Jokowi, 32,2 persen memilih Prabowo," lanjut Harry.

Wakil Presiden Jusuf Kalla masih bisa bersaing di survei capres.Wakil Presiden Jusuf Kalla bersaing di survei capres. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Selain Jokowi dan Prabowo, ada empat nama lainnya yang dinilai berpotensi. Yakni, Jusuf Kalla (JK) dengan elektabilitas 1,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,4 persen, Gatot Nurmantyo 1,2 persen, dan Hary Tanoesudibjo 1,1 persen.

Meski beda tipis, kata Harry, elektabilitas Jokowi dan Prabowo mengalami kenaikan dibanding survei sebelumnya. Pada survei Alvara bulan Mei, Jokowi memiliki elektabilitas 46,8 persen, sedangkan Prabowo 27,2 persen.

Alvara juga melakukan tiga simulasi pertarungan capres. Pada simulasi pertama, Jokowi dihadapkan dengan Prabowo. Jokowi meraih 52,6 persen, Prabowo 35,4 persen, dan 12 persen lainnya belum memutuskan.

Pada simulasi kedua, petahana dihadapkan dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Jokowi meraih 55,6 persen, Gatot 6,3 persen, dan 38,1 persen belum memutuskan.

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki elektabilitas yang jauh dari Jokowi dan Prabowo.Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki elektabilitas yang terpaut jauh dari Jokowi dan Prabowo. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Simulasi terakhir, Jokowi berhadapan denhan Anies Baswedan. Jokowi meraih 55,7 persen dan Anies hanya 6,2 persen. Sementara 38,1 persen lainnya belum memutuskan.

Sebelumnya, LSI Denny JA melansir elektabilitas Jokowi mencapai 49,30 persen. Survei digelar 28 Juni-5 Juli 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia.

(arh/gil)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER