"Ya, kayak misalnya tagar-tagar itu harusnya enggak usah [digunakan] kedua belah pihak ini, biar enggak manasin," ujar Ketua Bawaslu Muhammad Afif saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Afif mengaku belum memastikan jenis sanksi yang bakal diterima para pendukung capres-cawapres yang menggunakan atribut tersebut.
Warga mengenakan kaus #2019TetapJokowi, di Jakarta, 6 mei. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Bagaimana caranya agar proses pencalonan ini berjalan lancar, untuk menjaga agar suasana tetap kondusif," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisioner KPU Arief Budiman mengimbau agar para pendukung maupun simpatisan untuk tak menggunakan atribut bernada provokatif.
Arief pun enggan menjelaskan lebih lanjut soal jenis atribut bernada provokatif tersebut.
Imbauan itu, sambungnya, bertujuan untuk mencegah terjadinya permusuhan dan gesekan antarpendukung.
Eks paslon cagub-cawagub Jawa Barat, Sudrajat (kiri)-Ahmad Syaikhu (kanan), di Depok, Senin (14/5). ((ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)) |
Penggunaan atribut tagar ini sempat memicu kericuhan antarpendukung dalam debat pilkada Jawa Barat 2018, di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5).
Keriuhan pun terjadi. Paslon lain dan banyak penonton memprotes pernyataan dan aksi pasangan yang didukung Gerindra, PKS, dan PAN itu.
(arh/pmg)
Warga mengenakan kaus #2019TetapJokowi, di Jakarta, 6 mei. (
Eks paslon cagub-cawagub Jawa Barat, Sudrajat (kiri)-Ahmad Syaikhu (kanan), di Depok, Senin (14/5). (