Johnny mengatakan hal tersebut menanggapi Gerindra yang menilai imbauan Jokowi kepada relawan berpotensi memotivasi penggunaan kekerasan.
"Rekan-rekan sebelah yang menanggapi itu seolah-olah mengundang kekerasan karena memang cara berpikirnya selalu kekerasan. Kacamata yang dipakai rekan-rekan sebelah memang kacamata kekerasan. Itu yang saya mau bilang," kata Johnny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika ada rasa takut, kegembiraan tidak akan terbersit dalam benak masyarakat ketika pemilu telah tiba.
Johnny tidak mau merinci maksud pengalaman cara berpikir bernuansa kekerasan yang dimiliki pengkritik pidato Jokowi. Dia hanya mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu heran jika ada yang menanggapi pidato Jokowi terlalu berlebihan dan cenderung menyudutkan.
"Kan ada riwayat kekerasan yang selama ini terselubung begitu. Sikap mereka mewujudkan apa yang ada di pikiran mereka," katanya.
Demokrat dan Gerindra
Partai Demokrat dan Gerindra satu suara menanggapi pidato Jokowi di depan relawan. Demokrat dan Gerindra menyesalkan ucapan Jokowi yang menyebut kata berkelahi dalam pidatonya.
Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pidato yang diucapkan Jokowi menandakan jika dirinya lupa akan kedudukannya yang masih dijabat hingga kini yakni sebagai Presiden.
"Pak Jokowi kemarin berpidato beliau menyatakan untuk tidak takut berkelahi, ini kan lupa beliau sebagai presiden. Beliau terlalu larut dalam berpidato sehingga beliau terkesan menganjurkan kekerasan terhadap relawannya," ujarnya saat diskusi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (5/8).
Andre mengaku sebagai warga negara dirinya sedih dengan ucapan seorang pemimpin negara yang terlihat memprovokasi. Seorang pemimpin, dinilai Andre seharusnya menganjurkan supaya pemilu nanti berjalan damai dan aman.
"Harapan kita beliau sebagai warga negara tentu mengimbau supaya berjalan aman damai, bukan memprovokasi relawannya. Kita maklumi pernyataan itu bentuk kepanikan Pak Jokowi karena surveinya belum ada di angka yang aman," tuturnya.
Senada dengan Andre, Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan pun menyayangkan pidato Jokowi tersebut. Seharusnya, kata Hinca, ajakan berkelahi tersebut tidak keluar dari Jokowi.
Hinca mengaku mengetahui ucapan Jokowi dalam pertemuan dengan relawannya itu dari pemberitaan di media.
"Kita ingin semuanya teduh, berjalan fair apalagi beliau presiden, kepala negara, jadi kita ingin bahwa semuanya berjalan dengan demokratis, fair, jujur dan adil dan menyenangkan," ucapnya.
Dia mengajak supaya proses pemilu berlangsung dengan damai.