Jokowi Akan Tanggalkan Kemeja Kotak-Kotak di Pilpres 2019

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 16:33 WIB
Presiden Joko Widodo disebut kemungkinan besar tidak akan kembali mengenakan kemeja kotak-kotak sebagai 'seragam' di Pilpres 2019. Ilustrasi kemeja kotak-kotak. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari menyatakan Presiden Joko Widodo kemungkinan besar tidak akan kembali mengenakan kemeja kotak-kotak sebagai 'seragam' di Pemilu 2019 2019.

Kemeja kotak-kotak identik Jokowi sejak menang di Pilkada DKI Jakarta 2012 saat berpasangan dengan basuki T. Purnama alias Ahok. Kemudian, saat bertarung bersama Jusuf Kalla pada Pilpres 2014, Jokowi menggunakan busana kemeja putih dengan bagian lengan dilipat sebagai simbol bekerja.

"Enggak [baju kotak-kotak] kayaknya, tetap [kemeja] putih dan celana hitam," ucap dia. saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/8).



Eva mengatakan kemeja putih dan celana hitam sudah menjadi identitas Jokowi sebagai presiden dalam empat tahun terakhir. Apalagi, sambungnya, kemeja putih dengan lengan setengah digulung, sudah pas dan sesuai dengan prinsip Jokowi yaitu: Kerja, kerja, dan kerja.

Jokowi Akan Tanggalkan Kemeja Kotak-Kotak di Pilpres 2019Presiden RI Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Di sisi lain, Eva tidak mengiyakan ada pertimbangan khusus alasan kemeja kotak-kotak akan ditinggalkan. Dia hanya mengatakan Jokowi adalah sosok yang tidak macam-macam. Termasuk juga mengenai identitas atau simbol.

"Jokowi orang sederhana, enggak aneh-aneh," kata perempuan yang juga menjabat Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan di Dewan Pengurus Pusat PDIP tersebut.

Dihubungi terpisah, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan bahwa para sekjen parpol koalisi akan membahas kombinasi pakaian Jokowi pada Pilpres 2019, Senin (6/8) malam. Diketahui, para sekjen parpol koalisi pendukung Jokowi akan mengadakan pertemuan di Rumah Cemara, Jakarta pada Senin malam (6/7).

"Baju dan kombinasi apa yang paling cocok dan tidak meninggalkan identitas Pak Jokowi," kata dia.

(arh/sur)