Bantah Isu Tarik Dukungan Jokowi, PBNU Tegaskan Bukan Parpol

Feri Agus, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 11:23 WIB
Terkait kabar ancaman tarik dukungan dari Jokowi, PBNU mengaku bukan parpol yang bisa menyodorkan nama capres-cawapres dan tak berpolitik. Ilustrasi NU. (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan tak pernah menyodorkan nama bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Emang PBNU partai politik? NU bukan partai politik, karena itu tidak memiliki kapasitas untuk mengusung atau apa, enggak ada kapasitas itu," kata Ketua PBNU Robikin Emhas kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/8).

Sebelumnya, sebuah media nasional memuat pernyataan yang diklaim berasal dari pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, DIY, Najib Abdul Qodir terkait dukungan PBNU ke Jokowi.


Qudir disebut memberi Jokowi tenggat dua hari untuk memilih Cak Imin sebagai cawapres. Jika tidak, mereka akan membentuk poros baru.

Robikin menegaskan PBNU tak boleh dijadikan kendaraan politik. Ia menyadari potensi yang dimiliki ormas Islam dengan anggota 91 juta orang itu bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan elektoral.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, di Jakarta, Jumat (11/5).Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, di Jakarta, Jumat (11/5). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
"Posisi Nahdlatul Ulama, sesuai dengan mandat organisasi, adalah organisasi sosial keagamaan," ucapnya.

Namun demikian, Robikin mengaku pihaknya tetap membuka pintu kepada semua pihak yang memiliki kepentingan di Pilpres 2019. Bentuknya, diskusi, permintaan saran dan nasihat.

Ia memastikan komunikasi yang telah dibangun dengan sejumlah pihak bukan bertujuan untuk mengusung calon tertentu dalam Pilpres 2019.

"Kalau di situ PBNU bisa memberikan pendapat, tapi bukan dalam kapasitas untuk mengusung," kata Robikin.

PBNU pun, ia menambahkan, tak pernah menyodorkan rekomendasi empat nama calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi. Empat nama yang beredar itu adalah mandat dari para kiai Nahdlatul Ulama dan bukan keputusan PBNU.

"Yang pasti hingga saat ini PBNU tidak pernah menyodorkan empat nama cawapres sebagaimana pemberitaan yang beredar," ujarnya.

Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu.Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Empat nama yang diberikan mandat oleh kiai NU sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi, di antaranya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy.

PKB Tetap Usaha

Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya menunggu reaksi Jokowi terkait dengan mandat yang dikeluarkan para kiai NU terkait empat nama bakal cawapres.

"Itu kan usulan, aspirasi, mandat. Jadi ya kami tunggu apa reaksi dan sikap Pak Presiden," kata Karding.

Karding membantah kabar yang menyebut bahwa jika waktu dua hari Jokowi tak memilih Cak Imin maka PBNU akan menarik dukungan kepada mantan Wali Kota Solo itu.

"Enggak, kan udah dibantah," aku dia. "Kami bukan soal pede tidak pede, tapi kami usaha," dia menambahkan.

Diketahui, kabar penarikan dukungan dari PBNU itu kemudian dibantah oleh Ponpes Al Munawwir. Melalui akun twitternya, Najib menyebut bahwa pemberitaan itu hoaks dan melayangkan somasi kepada media tersebut.



(arh/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK