"Emang PBNU partai politik? NU bukan partai politik, karena itu tidak memiliki kapasitas untuk mengusung atau apa, enggak ada kapasitas itu," kata Ketua PBNU Robikin Emhas kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/8).
Lihat juga:PBNU Berharap Warga NU Dukung Cak Imin |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robikin menegaskan PBNU tak boleh dijadikan kendaraan politik. Ia menyadari potensi yang dimiliki ormas Islam dengan anggota 91 juta orang itu bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan elektoral.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, di Jakarta, Jumat (11/5). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Namun demikian, Robikin mengaku pihaknya tetap membuka pintu kepada semua pihak yang memiliki kepentingan di Pilpres 2019. Bentuknya, diskusi, permintaan saran dan nasihat.
Ia memastikan komunikasi yang telah dibangun dengan sejumlah pihak bukan bertujuan untuk mengusung calon tertentu dalam Pilpres 2019.
PBNU pun, ia menambahkan, tak pernah menyodorkan rekomendasi empat nama calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi. Empat nama yang beredar itu adalah mandat dari para kiai Nahdlatul Ulama dan bukan keputusan PBNU.
"Yang pasti hingga saat ini PBNU tidak pernah menyodorkan empat nama cawapres sebagaimana pemberitaan yang beredar," ujarnya.
Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
PKB Tetap Usaha
Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya menunggu reaksi Jokowi terkait dengan mandat yang dikeluarkan para kiai NU terkait empat nama bakal cawapres.
"Itu kan usulan, aspirasi, mandat. Jadi ya kami tunggu apa reaksi dan sikap Pak Presiden," kata Karding.
"Enggak, kan udah dibantah," aku dia. "Kami bukan soal pede tidak pede, tapi kami usaha," dia menambahkan.
Diketahui, kabar penarikan dukungan dari PBNU itu kemudian dibantah oleh Ponpes Al Munawwir. Melalui akun twitternya, Najib menyebut bahwa pemberitaan itu hoaks dan melayangkan somasi kepada media tersebut.
[Gambas:Twitter]
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, di Jakarta, Jumat (11/5). (
Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. (