Fadli Zon Ajak PKB Gabung Jika Cak Imin Ditolak Cawapres

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 22:49 WIB
Fadli Zon Ajak PKB Gabung Jika Cak Imin Ditolak Cawapres Gerindra mengajak PKB gabung koalisi Prabowo jika Cak Imin ditolak Jokowi jadi Cawapres di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan pihaknya masih membuka pintu menerima kehadiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk bergabung di koalisi Prabowo Subianto jika Muhaimin Iskandar gagal dipilih jadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Fadli untuk menanggapi cawapres pendamping Jokowi yang hingga kini belum juga diumumkan.

"Kalau misalkan memang tidak terjadi pertemuan disana [poros Jokowi] kemudian mau begabung, ya kita welcome," kata Fadli saat ditemui di Kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (7/8).



Fadli menilai selama ini komunikasi yang terjalin antara PKB dan Gerindra masih berjalan baik dan intens.

Ia menilai bahwa koalisi yang masih cair masih memungkinkan bagi parpol manapun untuk saling pindah posisi koalisi jika kepentingannya tak terakomodasi dengan baik.

"Makanya kan kita tunggu aja," ungkapnya.

Meski demikian, Fadli tak menginginkan jika pihaknya hanya dijadikan alat bagi Cak Imin dan PKB untuk menaikan posisi tawarnya di hadapan koalisi Jokowi.


Ia menyarankan agar PKB tetap memiliki konsistensi dalam bersikap untuk memilih poros mana yang akan didukung di Pilpres 2019 tanpa merugikan pihak manapun.

"Tapi kita tidak ingin menjadi sekedar alat untuk meningkatkan posisi tawar mereka. Ya kita tunggu saja kita gak mau berandai," pungkasnya.


Untuk diketahui, Jokowi hingga kini belum menentukan cawapresnya pasca resmi diusung oleh PDIP sebagai capres di Pilpres 2019. 

Beberapa nama cawapres yang berpotensi mendampingi Jokowi selain Cak Imin, yakni Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy, mantan Ketua MK Mahfud MD, Kepala KSP Moeldoko, hingga Ketua MUI Maruf Amin.

Di Pilpres 2019, Jokowi kemungkinan bakal diusung sembilan parpol, yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, Hanura, NasDem, PSI, Perindo, dan PKPI. (DAL/DAL)