Dua Suporter Persitara Jadi Tersangka Tawuran
CNN Indonesia
Rabu, 08 Agu 2018 21:25 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menetapkan dua suporter Persitara Jakarta Utara sebagai tersangka dalam tawuran dengan warga Ciracas, Jakarta Timur yang terjadi Sabtu (6/8). Tawuran tersebut mengakibatkan satu orang tewas.
"Sudah kami tetapkan dua orang sebagai tersangka," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8).
Nico enggan menjelaskan secara rinci identitas dari kedua tersangka tersebut. Dia menyayangkan peristiwa tawuran yang terjadi hingga merebut satu nyawa.
Tawuran antara suporter Persitara dengan Warga berawal ketika 300 orang anggota North Jakarta (NJ) Mania melintas di Jalan Raya Bogor dan mengambil makanan dan minuman yang dijajakan pedagang di pinggir jalan.
Ketika itu, suporter akan mendukung Persitara yang rencananya akan menghadapi ABC Wirayudha dalam laga lanjutan Liga 3 2018 di stadion di Markas Komando Brigif.
Menurut polisi, pemicu kejadian itu adalah justru dari sikap para suporter yang membuat kesal warga sekitar.
Nico mengimbau kepada seluruh suporter sepakbola supaya menciptakan kondisi yang aman. Imbauan itu juga karena tidak lama lagi akan berlangsung kegiatan Asian Games 2018.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang diikat dalam bentuk persatuan, dalam ormas, apalagi masalah sepakbola ini fanatisme berlebihan ini, bisa dikendalikan oleh pimpinan masing-masing," katanya.
(ugo/ugo)
"Sudah kami tetapkan dua orang sebagai tersangka," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8).
Nico enggan menjelaskan secara rinci identitas dari kedua tersangka tersebut. Dia menyayangkan peristiwa tawuran yang terjadi hingga merebut satu nyawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut polisi, pemicu kejadian itu adalah justru dari sikap para suporter yang membuat kesal warga sekitar.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang diikat dalam bentuk persatuan, dalam ormas, apalagi masalah sepakbola ini fanatisme berlebihan ini, bisa dikendalikan oleh pimpinan masing-masing," katanya.