Demokrat: Elektabilitas Sandiaga Rendah

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 03:29 WIB
Demokrat: Elektabilitas Sandiaga Rendah Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean pesimis Sandiaga Uno dapat mendongkrak elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019. Pasalnya, dari hasil sejumlah lembaga survei elektabilitas Sandi terbilang rendah.

Hal ini yang diklaim Ferdinand menjadi pertimbangan Demokrat tak ikut menandatangani deklarasi pencalonan Prabowo-Sandiaga di Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8) malam.

"Nama Sandi itu kan rendah elektabilitasnya, artinya butuh perjuangan lebih keras daripada menyandingkan seseorang yang elektabilitasnya lebih tinggi, itu pertimbangan kita," ujar Ferdinand saat ditemui di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8) dini hari.


Ia membandingkan dengan tingkat elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di sejumlah lembaga survei yang justru lebih tinggi ketimbang Sandiaga. Bahkan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih lebih tinggi ketimbang Sandiaga.
"Kita lihat dari survei, AHY, Gatot, Anies, dan beberapa nama yang elektabilitasnya tinggi. Kita ingin menimang-nimang kalau Sandi jauh di bawah sekali (elektabilitasnya)," katanya.

Kendati demikian, Ferdinand menampik bahwa keputusan Prabowo untuk menggandeng Sandiaga semata karena permasalahan logistik. Ia bahkan mengklaim tak ada pembicaraan soal logistik dalam pertemuan SBY dengan Prabowo.

"Finansial kan enggak selalu jadi jaminan, kita lihat elektabilitas yang lebih tinggi saja. Kita memang ingin mencari jalan yang lebih mudah kita tempuh dan perjuangkan," ucap Ferdinand.
Prabowo diketahui telah mendeklarasikan diri maju pilpres 2019 bersama Sandiaga. Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disebut telah bersedia mengundurkan diri sebagai kader Partai Gerindra usai resmi ditunjuk sebagai cawapres bagi Prabowo.

Menurut Prabowo, Sandiaga harus mundur agar bisa dierima oleh partai politik koalisi pendukung.

Pencalonan keduanya hanya ditandatangani oleh Gerindra, PKS, dan PAN, tanpa Demokrat yang semula menyatakan dukungan pada Prabowo. Keputusan ini menandakan koalisi hanya berisi tiga partai. (age/age)