Alasan Demokrat Lebih Pilih Prabowo Ketimbang Jokowi

DZA, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 17:32 WIB
Alasan Demokrat Lebih Pilih Prabowo Ketimbang Jokowi Demokrat tentukan sikap di pilpres 2019 berdasarkan hasil survei internal. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat EE Mangindaan menjelaskan bahwa Partai Demokrat memutuskan untuk mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di pilpres 2019 didasari hasil survei internal partai.

Menurut Mangindaan, hasil survei internal partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada sidang majelis tinggi partai menunjukkan jika mayoritas kader mengingingkan Prabowo untuk menjadi presiden RI periode 2019-2024.

"Hasil survei internal menunjukan bahwa 62 persen mendukung Pak Prabowo dan 38 persen mendukung Pak Jokowi," kata Mangindaan di Kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8). 



Survei ini, kata Mangindaan, melibatkan seluruh pengurus partai di tingkat DPP, DPD, anggota DPR RI serta anggota DPRD baik tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli kemarin. 

"Berdasarkan hasil survei maka partai memutuskan mendukung Prabowo Subianto," tegas Mangindaan.


Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan jika partainya akan mengawal Prabowo-Sandiaga untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Hinca juga menegaskan jika partainya sejak awal sudah komitmen untuk mengusung dan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Hubungan Demokrat dan Gerindra diketahui sempat memanas pada detik-detik terakhir deklarasi Prabowo-Sandi.

Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief bahkan menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Andi mengatakan Prabowo mengkhianati komitmen koalisi dengan cara memilih Sandi sebagai cawapres. Kata Andi pilihan itu tak sesuai etika politik karena Sandi sama-sama berasal dari Gerindra. (DAL)