Batal ke Lombok, Jokowi Sampaikan Instruksi dalam Ratas Gempa

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 16:08 WIB
Batal ke Lombok, Jokowi Sampaikan Instruksi dalam Ratas Gempa Setelah membatalkan kunjungan kerja ke Lombok hari ini, Presiden Jokowi menggelar ratas terkait penanggulangan bencana alam pascagempa di wilayah tersebut. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah membatalkan kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) terkait penanganan bencana alam pascagempa di wilayah tersebut.

Ratas itu digelar sekitar pukul 14.00 WIB dan dihadiri di antaranya Gubernur NTB Zainul Majdi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkopolhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Selain itu juga tampak Mensos Idrus Marham, Menko PMK Puan Maharani, Menkeu Sri Mulyani, Menlu Retno Marsudi, Menpar Arief Yahya, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.


Dalam ratas tersebut, Jokowi menginstruksikan jajaran menteri mengevakuasi warga hingga wisatawan yang berada di lokasi terdampak bencana gempa. Para menteri juga diperintah memerhatikan kebutuhan dan kondisi para korban dan pengungsi terdampak gempa.


"Saya minta evakuasi yang belum ditemukan harus menjadi prioritas dan saya mendapatkan laporan dari lapangan pencarian korban terus dilakukan secara intensif," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/8).

Jokowi mengatakan instruksi ini sudah pernah disampaikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta Kepala Basarnas Muhammad Syaugi.

Dan, sambung Jokowi, perintah itu ia ulang sampaikan kembali dalam ratas siang ini karena ia terus memonitor kondisi NTB, terutama Lombok, setiap hari.

"Saya juga selalu mendapatkan laporan update dari lapangan mengenai jumlah korban baik meninggal maupun luka-luka serta jumlah kerusakan mulai dari rumah sekolah dan fasilitas umum," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ia menginginkan aparat di lapangan meningkatkan penggunaan alat-alat berat guna menangani pengungsi serta korban gempa. Stok logistik, tenda, selimut, obat-obatan, air bersih, serta listrik pun diinstruksikan harus selalu tersedia.

"Setelah tanggap darurat usai kita akan masuk ke rehabilitasi ke rekonstruksi guna memperbaiki kondisi fisik bangunan baik rumah maupun fasilitas," ujar Jokowi.

Selain itu, ia juga memerintahkan para menteri bersama BNPB, dan juga pemerintah daerah menggiatkan edukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana. Perintah ini disampaikan langsung kepada Gubernur NTB yang juga jadir dalam ratas siang ini.

"Edukasi terutama di daerah-daerah yang rawan bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam," kata Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi dijadwalkan terbang ke Lombok usai mendaftar sebagai calon presiden untuk Pilpres 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) siang tadi. Namun, rencana itu dibatalkan, disebutkan salah satunya karena pertimbangan keamanan.

"Karena ini masih ada gempa-gempa (susulan), saya disarankan ke sana hari Minggu, atau Senin, atau Selasa," ujar Jokowi menjelaskan alasan pembatalan kunkernya ke Lombok hari ini.

Batal ke Lombok, Jokowi Sampaikan Instruksi dalam Ratas GempaSalah satu tenda darurat yang digunakan untuk mengungsi sejumlah kepala keluarga di Lombok Barat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)


Bantuan Belum Mencapai Warga Terdampak Gempa

Sementara itu, seperti dikutip Antara, Korban gempa di Kabupaten Lombok Utara yang berada di dekat episentrum guncangan mengeluhkan distribusi bantuan pemerintah yang terputus.

"Ada bantuan itu pak, tapi semuanya numpuk di kades (kepala desa) sama kadusnya (kepala dusun), tidak disalurkan ke kami," kata Burhanudin, warga Dusun Batu Keruk, Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (10/8).

Keluhan Burhanudin yang ditemui di sumber mata air Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, itu senada keluhan warga lainnya.

Sejumlah warga yang tinggal di perbukitan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, terpaksa harus mencari air ke mata air yang berjarak sekitar 10 kilometer setelah aliran sungai di wilayahnya tertimbun longsoran tanah pascagempa

"Bantuan itu cuma sampai di pinggir jalan provinsi saja. Padahal yang paling parah itu, rumah-rumah yang ada di atas, ke dalam lagi pak," kata Abdul Karim, warga Dusun Dompo Indah, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Dia melanjutkan bahwa pascagempa berkekuatan 7,0 SR yang terjadi Minggu (5/8) malam, warga di desanya belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Sampai saat ini, kta Abdul Karim, ia bersama warga desanya dikatakan mencoba bertahan hidup di lokasi penampungan dengan sisa persediaan yang ada dalam reruntuhan rumahnya dan hasil kebun.

"Apa yang ada dah... ubi ada, ubi kita masak, ada sisa beras, itu kita masak," ucapnya ketika sedang menunggu tanki airnya penuh untuk persediaan bagi warga di tempatnya mengungsi.

Begitu juga disampaikan Rusmini, warga Desa Anyar, yang punya warung di depan Puskesmas Bayan, mengaku sejak gempa dahsyat pertama dengan kekuatan 6,4 SR terjadi, dia bersama keluarganya hanya makan mi instan.

"Sejak gempa pertaman kita makan seadanya, makan mie-mie saja," ucap Rusmini yang juga mengatakan warga desanya belum terjamah bantuan pemerintah.

"Tikar, terpal belum juga ada," sambungnya.

(kid)