Ini disampaikannya dalam diskusi bertajuk "Hoax dan Pemilu 2019" yang digelar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (14/8).
"Isu mahar Rp500 M ke PKS, Rp500 M ke PAN itu adalah contoh hoax yang kekinian, yang memang ini mendiskreditkan pasangan Prabowo dan Sandi," kata Andre, yang juga menjabat Wakil Sekjen Partai Gerindra itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, kata Andre, KPK selalu memantau setiap transaksi yang mencurigakan. Sedianya KPK juga tahu jika pun ada transaksi terkait mahar Politik tersebut.
Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade bersama pimpinan FPI Rizieq Shihab, di Mekkah, beberapa waktu lalu. (Dok. Andre Rosiade) |
Klaim Negarawan
Menurut Andre, Sandi telah menunjukkan sikap kenegarawanan ketika akan dipilih menjadi cawapres oleh Prabowo, yakni mengundurkan diri dari jabatannya.
Jokowi, kata dia, mencari aman terkait jabatan Pemerintahan. Dengan hanya mengambil cuti, jelasnya, mantan Walikota Solo itu berpeluang tetap menjabat Gubernur DKI Jakarta jika kalah dalam pemilihan pilpres 2014.
"Bang sandi memberikan contoh baru bagi bangsa Indonesia yang gagal dicontohkan oleh Pak Jokowi. Pak Jokowi 2014 menjadi Capres RI beliau cuti dari Gubernur DKI karena takut kalah. Kalau kalah kan bisa kembali jadi Gubernur," kata Andre.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah), di Jakarta, Jumat (10/8). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) |
Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan soal 'Jenderal Kardus' yang ditujukan kepada Prabowo Subianto. Sebab, ia lebih memilih Sandi sebagai cawapres karena mampu membeli suara PAN dan PKS dengan nilai mahar masing-masing Rp500 miliar.
Sandi sebelumnya telah merespons isu ini dengan menyebutnya sebagai bagian dari dinamika kampanye. Sandi mengatakan yang terpenting setelah deklarasi pencapresan Prabowo dan dirinya adalah menyatukan seluruh kekuatan partai pendukung.
(arh/sur)
Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade bersama pimpinan FPI Rizieq Shihab, di Mekkah, beberapa waktu lalu. (
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah), di Jakarta, Jumat (10/8). (