Pakai Stuntman, Ketum PPP Sebut Jokowi Setara Jackie Chan

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Minggu, 19/08/2018 17:30 WIB
Pakai Stuntman, Ketum PPP Sebut Jokowi Setara Jackie Chan Stuntman asal Thailand melintasi keramaian stadion GBK. (INASGOC/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo membuka secara resmi pesta olahraga Asian Games 2018 dengan cara di luar dugaan.

Dalam video berdurasi sekitar lima menit, Jokowi digambarkan mengendarai 'naked bike' menuju stadion Gelora Bung Karno (GBK) akibat terjebak macet. Video tersebut menyuguhkan aksi kendaraan roda dua ala film-film action.

Cukup banyak orang yang menyangka bahwa Jokowi yang bermanuver menggunakan sepeda motor menuju stadion Gelora Bung Karno (GBK). Namun pada kenyataannya aksi tersebut menggunakan stuntman atau pemeran pengganti.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menilai penggunaan stuntman sebagai hal yang wajar. Menurutnya, justru janggal apabila Jokowi sendiri yang mengendarai sepeda motor.


"Saya malah kaget kalau ada yang menyangka itu bukan stuntman, seorang presiden pasti memiliki standar keselamatan," ujar Romy, sapaannya, saat ditemui di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (19/8).

Dalam video yang diputar saat pembukaan Asian Games tadi malam menunjukkan sejumlah aksi pengendara saat melakukan selap-selip di kemacetan Jakarta, stoppie, hingga jumping.
Sementara menurut Romy aturan protokoler istana telah melarang Jokowi sebagai seorang kepala negara menaiki kendaraan sendiri.

"Tentu protokoler tidak membolehkan melanggar itu, sehingga Pak Jokowi memakai stuntman. Aneh kalau ada yang berpikir itu bukan stuntman," ucap Romy meyakini.

Romy membandingkan dengan aktor laga Jackie Chan yang juga kerap menggunakan stuntman saat melakukan adegan berbahaya dalam filmnya.
"Jackie Chan yang artis profesional saja menggunakan stuntman, apalagi seorang Jokowi," ucap Romy.

Aksi Jokowi itu sebelumnya mendapatkan kritik dari sejumlah pihak termasuk petinggi partai politik. Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo menyatakan penampilan Jokowi itu memang melibatkan pemeran pengganti.

Namun menurutnya pihak stasiun televisi juga semestinya menayangkan keterangan bahwa adegan tersebut melibatkan pemeran pengganti. (mik)