LSI: Ma'ruf Gerus Tren Suara Jokowi, Sandi Dongkrak Prabowo

Ramadhan Rizki | CNN Indonesia
Selasa, 21 Agu 2018 16:39 WIB
LSI Denny JA mencatat elektabilitas Jokowi turun 1.4 persen usai berduet Ma'ruf Amin, sedangkan Prabowo meningkat 29,5 persen ketika memilih Sandiaga. LSI merilis elektabilitas Jokowi dan Prabowo setelah memilih cawapres di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan elektabilitas pribadi Joko Widodo mengalami tren penurunan saat memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presidennya di Pilpres 2019.

Berdasarkan survei terbaru Denny JA, simulasi elektabilitas Jokowi tanpa pasangan cawapres memperoleh dukungan sebesar 53.6 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi ketika berpasangan dengan Ma'ruf menurun 1.4 persen diangka 52.2 persen.

"Meski tak terlalu signifikan, tren penurunan justru terjadi pada elektabilitas Jokowi ketika berpasangan dengan Ma'ruf," kata Adjie dalam rilis terbaru di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Selasa (21/8).

Kondisi sebaliknya justru dialami oleh Prabowo Subianto yang meningkat elektabilitasnya selepas memilih Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai Cawapres.


Adji mensimulasikan bahwa elektabilitas Prabowo tanpa pasangan cawapres berada diangka 28.8 persen. Akan tetapi, elektabilitas Prabowo saat dipasangkan dengan Sandiaga Uno sebagai cawapres meningkat hingga 29.5 persen.

"Sebaliknya, Prabowo justru punya tren kenaikan ketika berpasangan dengan Sandiaga dan menambah kekuatan prabowo," kata Adjie.
LSI: Ma'ruf Gerus Elektabilitas Jokowi, Sandi Dongkrak PrabowJoko Widodo berduet dengan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Adji lantas mengatakan bahwa efek pemilihan sosok cawapres terhadap capresnya masing-masing dapat terlihat pada dinamika dukungan di berbagai segmentasi pemilih.

Ia merinci bahwa dipilihnya Ma'ruf membuat dukungan Jokowi pada segmentasi pemilih muslim relatif mengalami kenaikan. Sebelum menggaet Ma'ruf, elektabilitas Jokowi pada pemilih muslim sebesar 51.7 persen.

"Ketika berpasangan dengan Ma'ruf, elektabilitasnya naik jadi 52.7 persen di pemilih muslim," kata Adjie.


Meski demikian, Adjie menjelaskan bahwa elektabilitas Jokowi mengalami penurunan pada segmen pemilih non-muslim, pemilih kaum terpelajar, dan pemilih pemula saat menggandeng Ma'ruf sebagai cawapresnya.

"Paling besar penurunan elektabilitas Jokowi Pada segmen kelompok minoritas (non muslim), elektabilitas Jokowi sebelum berpasangan sebesar 70.3 persen, tapi ketika berpasangan dengan Ma'ruf dukungannya turun menjadi 47.5 persen," ungkapnya.
LSI: Ma'ruf Gerus Elektabilitas Jokowi, Sandi Dongkrak PrabowSandiaga Uno mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Berbeda dengan Jokowi-Ma'ruf, dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres membuat dukungan Prabowo mengalami kenaikan di tiga segmen pemilih penting yakni pemilih perempuan, pemilih pemula dan pemilih kaum terpelajar.

"Paling besar kenaikan elektabilitas Prabowo pada segmen kaum terpelajar, Prabowo sebelum berpadangan hanya 37.4 persen dan sesudah berpasangan dengan Sandiaga meningkat hingga 44.5 persen," kata Adjie.


Elektabilitas Maruf Ungguli Sandiaga

Meski begitu, kekuatan elektabilitas personal Ma'ruf Amin sebagai cawapres masih unggul ketimbang elektabilitas Sandiaga Uno dalam simulasi head to head cawapres.

Adjie mengatakan bahwa elektabilitas Ma'ruf berada diangka 43.7 persen sedangkan elektabilitas Sandiaga berada dibawah terpaut 13 persen diangka 30.7 persen.

"Mengapa cukup tinggi padahal di survei sebelumnya nama ini rendah elektabilitasnya? Secara teoritis ini adalah efek dari asosiasi capres," kata dia.


Survei ini digelar dari 12 Agustus-19 Agustus 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1200 responden.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah proporsional dengan margin of error sebesar 2.9 persen yang dilaksanakan di 33 provinsi. (DAL/gil)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER