Pelantikan terhadap Syarifuddin untuk mengisi kekosongan, karena pelantikan Gubernur terpilih baru akan digelar pada minggu ketiga atau minggu keempat September 2018. Sementara Gubernur Jateng saat ini, Ganjar Pranowo sudah habis masa jabatannya.
Dengan dilantiknya Syarifuddin, Tjahjo berharap, roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik karena ada penanggungjawab atas tugas-tugas terkait daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Syarifuddin, Tjahjo mengingatakan agar tidak mengambil kebijakan yang bertentangan dengan apa yang sudah diprogramkan oleh Gubernur Jateng terpilih yang juga merupakan petahana, Ganjar Pranowo.
"Jangan membuat aturan-aturan baru. Karena ini hanya sebulan, tinggal memantapkan yang sudah ada," kata Tjahjo.
Selain itu, Tjahjo juga mengimbau agar Syafruddin tidak membuat langkah-langkah pergantian personil. Kecuali terjadi kondisi yang memaksa seperti jajarannya itu berhalangan untuk menjadi pegawai tetap atau meninggal dunia. Jika demikian, sedianya berkonsultasi dahulu dengan Ganjar.
"Kalau harus mengambil kebijakan yang startegis saya sarankan untuk konsultasi dengan pak Ganjar atau Sekda dan DPRD," ujarnya.
Sebelumnya, Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin memenangkan pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Berdasarkan rekapitulasi final KPU, Ganjar-Yasin memperoleh 58,78 persen suara. Sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah memperoleh 41,22 persen suara.