Mendagri Lantik Syarifuddin Jadi Penjabat Gubernur Jateng

FAH, CNN Indonesia | Kamis, 23/08/2018 14:04 WIB
Mendagri Lantik Syarifuddin Jadi Penjabat Gubernur Jateng Tjahjo Kumolo melantik Pj Gubernur Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Syarifuddin, sebagai Penjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Pelantikan terhadap Syarifuddin untuk mengisi kekosongan, karena pelantikan Gubernur terpilih baru akan digelar pada minggu ketiga atau minggu keempat September 2018. Sementara Gubernur Jateng saat ini, Ganjar Pranowo sudah habis masa jabatannya.

Dengan dilantiknya Syarifuddin, Tjahjo berharap, roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik karena ada penanggungjawab atas tugas-tugas terkait daerah.


"Ini sebagai perangkat di bawah Presiden yang memastikan bahwa kebijakan nasional bisa jalan di Jawa Tengah," kata Tjahjo melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/8).


Kepada Syarifuddin, Tjahjo mengingatakan agar tidak mengambil kebijakan yang bertentangan dengan apa yang sudah diprogramkan oleh Gubernur Jateng terpilih yang juga merupakan petahana, Ganjar Pranowo.

Misalnya terkait investasi, infrastruktur dan reformasi birokrasi. Mantan Sekjen PDIP itu berpesan agar program-program yang telah berjalan hanya perlu tinggal ditingkatkan.

"Jangan membuat aturan-aturan baru. Karena ini hanya sebulan, tinggal memantapkan yang sudah ada," kata Tjahjo.


Selain itu, Tjahjo juga mengimbau agar Syafruddin tidak membuat langkah-langkah pergantian personil. Kecuali terjadi kondisi yang memaksa seperti jajarannya itu berhalangan untuk menjadi pegawai tetap atau meninggal dunia. Jika demikian, sedianya berkonsultasi dahulu dengan Ganjar.

"Kalau harus mengambil kebijakan yang startegis saya sarankan untuk konsultasi dengan pak Ganjar atau Sekda dan DPRD," ujarnya.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin memenangkan pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Berdasarkan rekapitulasi final KPU, Ganjar-Yasin memperoleh 58,78 persen suara. Sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah memperoleh 41,22 persen suara.

(DAL)