Jubir Jokowi Bantah Baliho #2019TetapJokowi Dipasang Timses

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Rabu, 29/08/2018 15:49 WIB
Jubir Jokowi Bantah Baliho #2019TetapJokowi Dipasang Timses Papan reklame bergambar Jokowi dipajang di Palembang, Sumatera Selatan. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Mar'uf Amin, Irma Suryani Chaniago membantah pihaknya telah memasang papan reklame yang memuat gambar Jokowi tengah mengendarai motor 'chopper', dengan tulisan 'Jokowi itu keren & gaul, #2019TetapJokowi' di Palembang.

"Pasti bukan dari tim kami [yang memasang reklame]," kata Irma saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (29/8).

Ia mengatakan hal itu untuk membantah tudingan Partai Demokrat dan Gerindra yang mengatakan Jokowi telah melakukan kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).



Politisi Partai Nasdem itu lantas menyarankan pihak Demokrat dan Gerindra melakukan konfirmasi terlebih dahulu mengenai informasi tersebut sebelum menuduh pihaknya lebih lanjut.

"Cek dulu siapa yang pasang, baru menuduh," ujarnya.

Irma juga mengatakan substansi reklame tersebut tak ada kalimat berisi ajakan bagi masyarakat untuk memilih Jokowi di pilpres.

Ia mengatakan makna tagar #2019TetapJokowi mengandung makna presiden Indonesia tetap dipegang oleh Jokowi hingga hasil keluarnya hasil akhir Pilpres 2019 mendatang.

"Kalimat tetap Jokowi itu artinya Presiden Republika Indonesia itu tetap Jokowi dan tidak akan diganti sebelum pilpres menentukan lain," ujarnya.


Baliho yang memampang wajah Presiden Joko Widodo dengan tagar #2019tetapjokowi dipasang di beberapa sudut kota Palembang, Sumatera Selatan.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, baliho tersebut terlihat di dua titik. Pertama, di jembatan penyebrangan orang (JPO) dekat Sumatera Ekspress yang terletak di Jalan Haji Burlian. Sedangkan yang kedua, di JPO dekat fly over Jalan Jenderal Sudirman depan Rumah Sakit Bhayangkara.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai beredarnya baliho Jokowi itu adalah bentuk kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU. Dia mengatakan Jokowi selaku petahana seharusnya taat pada aturan main.

Begitu pula politikus Partai Gerindra Andre Rosiade juga menuding Jokowi telah melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU. Andre meminta Polri berani menyebut keberadaan baliho dengan wajah Jokowi dan tulisan #2019TetapJokowi sebagai kampanye di luar jadwal.

Dalam tahapan Pilpres 2019 yang telah ditetapkan KPU, masa kampanye baru dimulai pada 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Kampanye para calon ini berupa pertemuan terbatas, tatap muka, penyebaran bahan kampanye, hingga pemasangan alat peraga berupa spanduk, baliho, dan lain-lain.

(pmg)