PDIP Jamin Jokowi Aksi Cepat Atasi Pelemahan Rupiah

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 17:06 WIB
PDIP Jamin Jokowi Aksi Cepat Atasi Pelemahan Rupiah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meyakini Presiden Jokowi akan bertindak cepat mengatasi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjamin Presiden Joko Widodo akan bertindak cepat untuk mengatasi nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Data dari Reuters per Selasa (4/9) siang ini menunjukkan nilai rupiah terhadap dolar AS telah mencapai Rp14.920.

"Itu kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Pak Jokowi akan respons secara cepat," kata Hasto di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Selasa (4/9).


Hasto mengatakan bahwa pemerintah telah berupaya untuk mengatasi tekanan tersebut dengan mengeluarkan berbagai strategi kebijakan di bidang ekonomi.

Ia menyebut pemerintah tengah menjalankan strategi kebijakan dari sisi fiskal maupun sektor riil untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

"Presiden sebagai kepala negara melakukan koordinasi secara cepat demikian pula fiskal policy-nya, kebijakan sektor riil, mengurangi kebijakan impor dan mendorong ekspor, tetapi juga bilateral dengan negara sahabat akan dilakukan," ungkapnya.

Lebih lanjut Hasto meyakini pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tak akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian nasional.

"Pertumbuhan ekonomi kita jauh di atas rata-rata dunia, sehingga ini mendorong optimisme bahwa kita bisa atasi masalah itu," kata dia.

Selain itu, Hasto pun menyakini bahwa pemerintah bisa menemukan jalan keluar yang tepat untuk lepas dari jeratan persoalan tersebut.

Ia mengatakan Indonesia sudah berpengalaman mengatasi berbagai krisis maupun persoalan ekonomi saat tahun 1998 dan 2008 lalu.

"Kita punya pengalaman cukup panjang dalam mengatasi berbagai krisis, dan kita mampu bertahan bahkan survive," ungkapnya.

Rupiah bergerak ke level Rp14.920 per dolar AS atau melemah 105 poin. Berdasarkan perhitungan kalender, rupiah melemah hingga 10,23 persen atau 1.385 poin sejak 1 Januari 2018 yang kala itu masih berada di kisaran Rp13.535 per dolar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pergerakan rupiah saat ini masih lebih baik dibandingkan nilai tukar mata uang negara berkembang lain, seperti India yang melebihi 10 persen, Brasil hingga level 20 persen, bahkan Turki, dan Argentina mencapai lebih dari 40 persen.

Namun, ia mengakui kurs rupiah memang terlihat lebih lesu dibandingkan mata uang negara-negara di Asia Tenggara.

"Sentimennya negatif karena faktor eksternal, ekonomi global dan nilai tukar mata uang itu pengaruh ke nilai tukar emerging market (negara berkembang), termasuk Indonesia," tutur Josua saat dihubungi CNNIndonesia.com. (wis)