Data dari Reuters per Selasa (4/9) siang ini menunjukkan nilai rupiah terhadap dolar AS telah mencapai Rp14.920.
"Itu kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Pak Jokowi akan respons secara cepat," kata Hasto di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Hasto meyakini pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tak akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian nasional.
"Pertumbuhan ekonomi kita jauh di atas rata-rata dunia, sehingga ini mendorong optimisme bahwa kita bisa atasi masalah itu," kata dia.
Ia mengatakan Indonesia sudah berpengalaman mengatasi berbagai krisis maupun persoalan ekonomi saat tahun 1998 dan 2008 lalu.
"Kita punya pengalaman cukup panjang dalam mengatasi berbagai krisis, dan kita mampu bertahan bahkan survive," ungkapnya.
Rupiah bergerak ke level Rp14.920 per dolar AS atau melemah 105 poin. Berdasarkan perhitungan kalender, rupiah melemah hingga 10,23 persen atau 1.385 poin sejak 1 Januari 2018 yang kala itu masih berada di kisaran Rp13.535 per dolar AS.
Namun, ia mengakui kurs rupiah memang terlihat lebih lesu dibandingkan mata uang negara-negara di Asia Tenggara.
"Sentimennya negatif karena faktor eksternal, ekonomi global dan nilai tukar mata uang itu pengaruh ke nilai tukar emerging market (negara berkembang), termasuk Indonesia," tutur Josua saat dihubungi CNNIndonesia.com. (wis/gil)