Kapolda Soal Aparat Serobot GTO: Polisi Enggak Boleh Arogan

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 12:53 WIB
Kapolda Soal Aparat Serobot GTO: Polisi Enggak Boleh Arogan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz, di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis menyebut aparat kepolisian tidak boleh berlaku arogan. Pihaknya juga berjanji akan menindak anggotanya yang melakukan pelanggaran.

Hal itu dikatakannya terkait dengan video viral di media sosial yang menampilkan anggota kepolisian yang menyerobot Gardu Tol Otomatis (GTO) di Pintu Tol Senayan, Jakarta saat mengendarai kendaraan patroli.

"Enggak boleh anggota polisi mentang-mentang, enggak boleh sok-sokan, enggak boleh arogan, iya kan? Jadi kalau dia melanggar kita tindak, saya yakinkan sama teman-teman, pasti saya tindak," ujarnya, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/9).


Idham mengatakan pihaknya akan meminta keterangan dari Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf untuk mencari tahu siapa anggota polisi lalu lintas yang viral di media sosial tersebut.

Menurut Idham, sanksi yang bisa diberikan kepada anggotanya tersebut seperti kategori disiplin, etika, dan pidana.

"Nanti saya panggil saja Kadiv Propam sama Dirlantas, cari tahu semua anggotanya selama ini juga jelas kok kebijakan saya, siapa anggota yang melanggar kita tindak. Ada kategori disiplin, ada etika, ada pidana nanti tinggal kita lihat saja," tuturnya.

Ilustrasi Gardu Tol Otomatis (GTO).Ilustrasi Gardu Tol Otomatis (GTO). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Sementara itu secara terpisah, Yusuf mengatakan belum mendapatkan identitas polisi yang menyerobot pintu GTO tersebut. Hal tersebut belum dapat diketahui karena Yusuf menilai rekaman video tersebut tidak menampilkan wajah polisi secara jelas.

"Hasil pantauan CCTV di Senayan, untuk pelanggarnya masih kita cari mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah kita informasi untuk anggota yang melaksanakan pelanggaran," ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

Meski demikian, Yusuf meyakini jika polisi tersebut tidak dalam keadaan mengawal atlet Asian Games. Hal tersebut diyakini karena video yang diduga diambil pada pagi hari pada 2 September.

"Jadi anggota pada saat itu sedang tidak mengawal, mungkin mau ke Wisma Atlet, mungkin karena pagi terus buru-buru jadi mengambil jalan pintas," ucapnya.

[Gambas:Youtube]

(arh/sur)