Kader Demokrat Lukas Enembe: Jokowi Harga Mati 100 Persen

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 13:33 WIB
Kader Demokrat Lukas Enembe: Jokowi Harga Mati 100 Persen Gubernur Papua yang berasal dari Demokrat Lukas Enembe akan memperjuangkan suara untuk Joko Widodo di Papua selama Pilpres 2019. (CNNIndonesia/M. Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan pilihannya untuk tetap mendukung calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak akan berubah.

"Jokowi itu harga mati 100 persen. Kami akan bungkus suara untuk Jokowi. Tidak ada yang lain untuk seluruh rakyat Papua," kata Lukas di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/9).

Pernyataan itu disampaikannya sebab pilihan pribadinya berbeda dengan keputusan Partai Demokrat yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.


Lukas menyatakan dukungan kepada Jokowi diberikan karena telah melihat kinerja pemerintahan Jokowi hampir lima tahun terakhir di Papua. Menurutnya, Jokowi memahami permasalahan bumi cendrawasih.

"Siapa pun presiden tidak akan mengubah Papua. Jokowi lebih memahami Papua daripada presiden-presiden sebelumnya. Selama ini orang Jakarta tidak tidak tahu Jokowi baru memahami bahwa ternyata Papua lebih susah itu," kata Lukas.
Sejak menjabat jadi Presiden, Jokowi sudah berulang kali ke Papua untuk memantau langsung perkembangan di sana.

Gebrakan pertama yang dilakukan adalah satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pembangunan jalur TransPapua, Bandara perintis, tol laut, dan juga memperhatikan gizi generasi muda di sana.

Oleh sebab itu, ia tak mengkhawatirkan sanksi yang bakal diterima karena mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Padahal, Demokrat sebelumnya telah menyatakan bakal memberikan sanksi terhadap kader yang membelot.

"Tetap dukung Jokowi. Tidak ada urusan. Tidak urusan partai. Sanksi silakan saja," kata Lukas.
Ia juga telah menyatakan kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, seluruh bupati di Papua akan mendukung Jokowi.

Kendati demikian, ia menyatakan nasibnya di partai diserahkan kepada jajaran pimpinan pusat Demokrat. Hal ini berbeda dengan Gubernur NTB TGB Zainul Majdi yang memilih mengundurkan diri karena mendukung Jokowi.

"Saya tidak tahu mereka akan berhentikan atau tidak. Politik itu pilihan. Jadi ya kita bilang Jokowi ya Jokowi. Langkah nyatanya kami bungkus semua untuk Jokowi," tuturnya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan alias Syarief Hasan sebelumnya mengatakan Partai Demokrat akan memberiksan sanksi kepada kader yang mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Ya tentunya ada aturan yang baku di partai. Tergantung bobot kesalahannya kalau dianggap salah," kata Syarief.

Selain Lukas Enembe, tercatat ada kader Demokrat lainnya yang menyatakan dukungan ke Jokowi, seperti Deddy Mizwar.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) juga menyatakan dukunganya kepada Jokowi. Namun, ia lebih dulu mengundurkan diri dari Partai Demokrat.
(ugo)