Truk Brimob Kawal Kunker Jokowi Kecelakaan, Dua Tewas

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 18:12 WIB
Truk Brimob Kawal Kunker Jokowi Kecelakaan, Dua Tewas Truk yang mengangkut 25 anggota Brimob guna mengawal kegiatan Presiden Jokowi terguling akibat rem blong ketika melintas di jalur Jurang Menjing, Mojokerto. (CNN Indonesia/Kurniawan Dian)
Mojokerto, CNN Indonesia -- Rombongan pasukan Brimob Polda Jawa Timur yang ditugaskan buat mengawal kunjungan kerja Presiden Joko Widodo mengalami nasib nahas. Truk mereka mengalami kecelakaan di Jalan Raya Menjeng, Desa Nogosari, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/9). Dua anggota Brimob, Aiptu Harisantoso (43) serta Aiptu Handi Eko (43), meninggal dalam kecelakaan tersebut.

"Dua anggota meninggal dunia, empat terluka, dan seorang warga sipil ikut terluka karena tertimpa truk sebelum terguling," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.


Truk Brimob yang mengangkut 25 orang anggota melaju dari arah Cembor, Trawas ke arah Desa Nogorsari, Pacet melalui jalur Jurang Menjing sekitar pukul 10.00 WIB.


"Perjalanan mereka untuk memberikan pengamanan kepada rombongan Presiden Joko Widodo yang hari ini melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Ammanatul Ummah di Desa Kembang Belor, Pacet," katanya.

Truk bernomor 1756-X yang melaju di turunan jalan tiba-tiba sulit dikendalikan hingga menabrak mobil jenis Suzuki APV bernomor W 1410 ZA.

"Akibat benturan ini, truk Brimob terguling dan menimpa warga bernama Kasan yang sedang melintas membawa rumput. Laju truk yang mendadak sulit dikendalikan diduga karena remnya blong," ucapnya.

Usai kejadian, sejumlah petugas dari Polres dan Kodim 0815 Mojokerto serta ambulans yang telah berada di Ponpes Ammanatul Ummah datang mengevakuasi para korban.

"Selanjutnya, mereka dibawa ke RS Sumber Glagah, Pandan untuk menjalani perawatan medis," ujarnya.

Akibat kecelakaan ini, enam orang mengalami luka. Lima dari anggota Brimob yakni Brigadir Muklis (33), Bripka Suryadi (42), Bripka Agus Sujarwoto (42) yang mengalami luka serius di telapak tangan dan harus diamputasi. Kemudian anggota  yang meninggal dibawa ke RS Sumber Glagah.

"Satu orang warga sipil yang menjadi korban adalah Kasan, usia 53 tahun, mengalami luka di telapak tangannya," ucapnya.

(dik/ayp)