Kubu Jokowi Tuduh Prabowo Gagal Kelola Koalisi

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 04:57 WIB
Kubu Jokowi Tuduh Prabowo Gagal Kelola Koalisi Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni menilai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah gagal mengelola soliditas organisasi mereka pada koalisi Pilpres 2019.

Hal itu ia sampaikan untuk merespon permainan dua kaki Partai Demokrat di Pemilu 2019 dilakukan atas perintah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

"Prabowo gagal mengelola organisasi, koalisi yang kecil, apalagi mengelola bangsa yang problematikanya jauh lebih kompleks," kata Antoni dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com Selasa (11/9).


Sekjen PSI itu menilai koalisi yang terbentuk dalam koalisi Prabowo-Sandi sangat mengisitimewakan dan didominasi oleh Partai Gerindra.

Oleh karena itu, ia menilai wajar para kader Demorkat, PAN dan PKS banyak yang membelot mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres.

"Wajar sikap Demokrat, PKS dan PAN yang 'ngambek' dan tidak all out dukung Prabowo-Sandi karena koalisi sangat Gerindra sentric," kata dia.

Ia pun tak dapat membayangkan jika Prabowo terpilih sebagai presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Ia memastikan akan banyak negosiasi kebijakan yang buntu di DPR akibat tak dapat mengakomodasi kepentingan para politisi.

"Kalau Prabowo presiden pasti negosiasi buntu dengan DPR yang mempunyai kepentingan lebih kompleks," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi mengaku pihaknya tak keberatan jika banyak kader Demokrat, PAN dan PKS yang mengalihkan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf.

Ia mengatakan dukungan tersebut membuat posisi Jokowi-Ma'ruf akan semakin kuat di Pilpres 2019 mendatang.

"Kami mengapresiasi berterima kasih dan ini semakin memperkuat posisi Pak Jokowi-Maruf Amin untuk memenangkan kontestasi besok," kata Baidowi saat ditemui di DPP PPP, Jakarta, Selasa (11/9).

Baidowi mengatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf membutuhkan banyak dukungan para tokoh maupun parpol politik lain yang masih bersedia untuk bergabung ke barisan koalisi di Pilpres.

Ia menyebut bahwa politik harus membutuhkan lebih banyak teman ketimbang banyak musuh untuk meraih kekuasaan.

"Berpolitik itu satu musuh itu sudah terlalu banyak seribu teman masih kurang, itu kan maka ketika dari teman-teman Demokrat bergabung ya Alhamdulilah," kata dia. (eks/eks)