Bagi Keuntungan Figur Prabowo, Gerindra Setuju Rembuk Koalisi

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 18:50 WIB
Bagi Keuntungan Figur Prabowo, Gerindra Setuju Rembuk Koalisi Pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama perwakilan parpol-parpol pendukung, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sepakat dengan usul untuk berembuk soal strategi koalisi agar keuntungan elektoral atas pencalonan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilu 2019 tak cuma jadi milik partainya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam kicau di Twitter menyinggung soal bagaimana caranya agar keuntungan mendukung Prabowo tak cuma jadi milik Partai Gerindra, tetapi semua anggota parpol koalisi pendukungnya.

"Ya memang saya setuju dengan Pak Andi, semua partai akan hadapi Pileg. Maka, harus ada formula khusus untuk atur strategi," kata Dasco, saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Selasa (11/9).


Ia menyadari bahwa pada Pemilu 2019 semua partai harus mengerahkan kemampuannya untuk tetap bertahan. Alhasil, kata dia, perlu ada formula khusus yang disetujui semua pihak, yakni PKS, Gerindra, PAN dan Partai Demokrat.

"Nanti akan duduk bersama, semua pihak. Keempat partai [pendukung Prabowo]. Pokoknya kami solid, kami tidak terpecah-pecah," lanjutnya.

Dasco juga mengaku tak mempermasalahkan kicauan Andi. "Kita anggap biasa aja, kalau Pak Andi itu kan apa adanya dia kalau ngomong," aku dia.


Dia kembali menekankan parpol koalisi tak punya masalah dalam mendukung Prabowo. Sebab, lanjutnya, sejak awal partai-partai itu sudah sepakat bahwa yang didukung adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bukan salah satu partai.

"Sepakat dari awal yang didukung itu Prabowo-Sandi dengan segala pertimbangannya," katanya.

Andi Arief sendiri dalam unggahan Twitter-nya sempat mencuitkan kegelisahannya terkait keuntungan elektoral yang mungkin hanya diraih Gerindra. Sebab, Prabowo adalah kader Partai Gerindra, dan Sandi adalah eks kader partai yang sama.

"PAN, PKS, dan Demokrat di Pemilu berbarengan, berat. Di satu sisi sedang mencari dukungan agar partainya tetap lolos dan bertahan di Parlemen. Di sisi lain harus mencari dukungan untuk Presiden dan Wakilnya bukan dari partai sendiri. Harus ada seni agar Gerindra tak besar sendirian," cuit Andi, yang diunggah pagi tadi.

Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, 7-14 Januari, pencalonan Prabowo sebagai Presiden bakal mengerek raihan suara Gerindra di Pemilu 2019. Pasalnya, dalam benak pemilih ada kedekatan hubungan antara Prabowo dan Gerindra. (arh/wis)