Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam kicau di Twitter menyinggung soal bagaimana caranya agar keuntungan mendukung Prabowo tak cuma jadi milik Partai Gerindra, tetapi semua anggota parpol koalisi pendukungnya.
"Ya memang saya setuju dengan Pak Andi, semua partai akan hadapi Pileg. Maka, harus ada formula khusus untuk atur strategi," kata Dasco, saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Selasa (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan duduk bersama, semua pihak. Keempat partai [pendukung Prabowo]. Pokoknya kami solid, kami tidak terpecah-pecah," lanjutnya.
[Gambas:Twitter]
Dia kembali menekankan parpol koalisi tak punya masalah dalam mendukung Prabowo. Sebab, lanjutnya, sejak awal partai-partai itu sudah sepakat bahwa yang didukung adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bukan salah satu partai.
"Sepakat dari awal yang didukung itu Prabowo-Sandi dengan segala pertimbangannya," katanya.
Andi Arief sendiri dalam unggahan Twitter-nya sempat mencuitkan kegelisahannya terkait keuntungan elektoral yang mungkin hanya diraih Gerindra. Sebab, Prabowo adalah kader Partai Gerindra, dan Sandi adalah eks kader partai yang sama.
Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, 7-14 Januari, pencalonan Prabowo sebagai Presiden bakal mengerek raihan suara Gerindra di Pemilu 2019. Pasalnya, dalam benak pemilih ada kedekatan hubungan antara Prabowo dan Gerindra. (arh/wis)