Dukung Prabowo, Rizieq Shihab Lempar Isu NKRI Bersyariah

Tim, CNN Indonesia | Senin, 17/09/2018 17:39 WIB
Dukung Prabowo, Rizieq Shihab Lempar Isu NKRI Bersyariah Tokoh GNPF Rizieq Syihab mewacanakan NKRI Bersyariah terkait dukungannya kepada Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. (REUTERS/Raisan Al Farisi/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pentolan Front Pembela Islam sekaligus tokoh Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Rizieq Syihab melemparkan isu NKRI Bersyariah terkait dukungan kepada pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

GNPF telah sepakat mendukung Prabowo-Sandi setelah menggelar Ijtimak Ulama II di Jakarta, akhir pekan lalu. Di akun twitter @RizieqSyihabFPI, ia mengunggah poster isu NKRI Bersyariah disertai gambar dirinya dan Prabowo-Sandi.

"Mau NKRI Bersyariah? Mau Indonesia Berkah? Mau Negara & Bangsa selamat?" demikian tulisan poster tersebut.



Juru bicara FPI Slamet Maarif telah membenarkan seruan Rizieq di akun @RizieqSyihabFPI tersebut.

"Dalam meme betul itu seruan habib," kata Slamet saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com soal kicau NKRI Bersyariah tersebut.

Di akun twitter itu Rizieq juga melemparkan isu soal syariat Islam. "Mau Syariat Islam tidak dilecehkan? Mau Tokoh Islam tidak dihinakan? Mau Ormas Islam tidak dibubarkan?".

Ijtimak Ulama mendukung Prabowo-Sandi setelah pasangan itu menyepakati tawaran janji politik atau Pakta Integritas yang disodorkan. Ada sedikitnya 17 janji politik dari Ijtimak Ulama yang harus dipenuhi Prabowo-Sandi seandainya menang di Pilpres 2019.

Poin-poin kesepakatan itu diantaranya adalah kesanggupan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni, melanjutkan perjuangan reformasi dan menegakkan hukum dengan adil, menjamin hak berserikat dan berkumpul serta mengemukakan pendapat.

Kesepakatan lain adalah tuntutan agar Prabowo-Sandi merehabilitasi Rizieq Syihab dan menjamin kepulangannya ke Indonesia. Lalu ada kesepakatan menjaga kekayaan aloam nasional untuk kepentingan sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia dan menjaha keuntuhan wilayah NKRI dan ancaman separatisme dan imperialisme.

Ijtimak Ulama II dihadiri langsung oleh Prabowo Subianto. Dia menyatakan siap memenuhi Pakta Integritas itu, salah satunya adalah menjaga semua agama yang diakui di Indonesia dari tindakan penodaan atau penistaan yang dapat berujung konflik di masyarakat.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan siap menjaga dan menjunjung nilai-nilai religius dan etika yang ada di masyarakat. Ia pun tidak keberatan untuk menjaga moralitas dan mentalitas masyarakat dari gaya hidup dan paham yang bertentangan dengan budaya masyarakat Indonesia.

"Sanggup menjaga dan mengelola Ukhuwah Islamiah (Persaudaraan Umat Islam) secara adil untuk menciptakan ketenteraman dan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat Indonesia," mengutip bunyi Pakta Integritas.

(wis)