Petugas Lapas Nakal di Sukamiskin akan Dimutasi ke Jakarta

Tim, CNN Indonesia | Senin, 17/09/2018 16:38 WIB
Petugas Lapas Nakal di Sukamiskin akan Dimutasi ke Jakarta Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat bakal memindahkan petugas Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, ke Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pusat di Jakarta, apabila terbukti kembali memasukkan barang-barang yang dianggap mewah ke dalam lapas.

Pemindahan atau mutasi itu sebagai bentuk sanksi terhadap petugas tersebut.

"Kami telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen PAS. Dan hal ini pun sudah saya sampaikan secara terbuka kepada seluruh pegawai Lapas Sukamiskin," kata Kepala Kanwil Lapas Sukamiskin, Ibnu Chuldun seperti disiarkan CNN Indonesia TV, Senin (17/9).


"Apabila ada petugas yang kembali memasukkan barang-barang yang dianggap barang mewah baik itu kulkas dan sebagainya, maka pegawai itu akan dipindahkan dari Lapas Sukamiskin, dipindahkan ke Dirjen PAS, kantor pusat di Jakarta," ujar dia melanjutkan.

Fasilitas mewah di dalam sel narapidana Lapas Sukamiskin kembali mengemuka setelah Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melakukan inspeksi mendadak di sejumlah sel termasuk sel yang dihuni terpidana kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto. 

Dalam sidak itu Ombudsman menemukan ruangan sel yang ditempati Setnov lebih besar dibanding ruangan lain. 

Meski demikian Ibnu menyatakan saat ini sudah tidak ada barang atau fasilitas yang dianggap mewah dalam ruang narapidana di Lapas Sukamiskin. 

"... skala prioritas pertama tadi adalah mengeluarkan fasilitas mewah dari dalam hunian kamar. Sudah dilakukan bahkan pagi tadi kembali dipastikan oleh satgas," kata Ibnu.

Dia menambahkan sudah menerapkan mekanisme pengawasan agar tidak ada lagi petugas yang memasukkan barang yang dianggap mewah.

Kata Ibnu, pihaknya menugaskan ketua satgas maupun koordinator pelaksana di masing-masing hunian baik di lantai atas maupun bawah. Mereka diminta menugaskan seorang kepala bidang sebagai penanggung jawab di masing-masing lantai tersebut dalam pengawasan fasilitas di sel Lapas Sukamiskin.

Ombudsman dalam sidak ke Lapas Sukamiskin juga menemukan indikasi mala-administrasi yang terjadi di Lapas Sukamiskin, yakni perbedaan luas ruang tahanan antara kamar di lantai bawah dan lantai atas. Setnov sendiri menghuni salah satu ruangan di lantai atas.

Menyoal itu Dirjen PAS Lapas Sukamiskin Sri Puguh Budi Utami mengatakan Lapas Sukamiskin memiliki 556 kamar yang terbagi dalam tiga tipe yakni tipe kecil, sedang, dan besar. Jumlah kamar tipe kecil sebanyak 463, sedang 41, besar 52 kamar.

Lapas Sukamiskin tak akan membongkar keberadaan 52 kamar besar itu. Kata Ibnu, Lapas Sukamiskin tak bisa membongkar karena tidak memiliki anggaran yang cukup.

Pembongkaran 52 kamar besar dikatakan akan memicu perombakan yang membutuhkan biaya lain. Selain itu, jika dibongkar, Ibnu berkata pihak Lapas Sukamiskin khwatir ruang yang tersisa tak bisa menampung narapidana yang ada. 

Untuk menyiasati perbedaan ruangan para napi, Ibnu menuturkan pihaknya sudah meminta Kalapas Sukamiskin mengusulkan ke Kemenkumham agar masing-masing ruangan besar itu bisa dihuni oleh dua hingga tiga narapidana sekaligus. Caranya dengan menyekat ruang itu menjadi ruang untuk masing-masing narapidana.

"Saya lebih pilih kebijakan Kalapas untuk tetap gunakan 52 kamar besar ini dengan kondisi yang ada saat ini dengan dinding dilapis, klosetnya gunakan kloset duduk. Akan kami mohonkan persetujuan ini ke pimpinan pusat di Jakarta," ujar Ibnu.
(wis)


BACA JUGA