FOTO: Peringatan 73 Tahun Rapat Raksasa Lapangan Ikada

CNN Indonesia/Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 16:16 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Memperingati pidato Soekarno sebulan pascaproklamasi 1945, Pemprov DKI Jakarta mengikuti upacara peringatan Rapat Raksasa Lapangan Ikada di Monas, Rabu (19/9).

Pegawai Negeri Sipil Pemprov DKI Jakarta mengikuti Upacara Peringatan 73 tahun Hari Rapat Raksasa IKADA, di Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta, Rabu, 19 September 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Upacara peringatan 73 tahun Hari Rapat Raksasa IKADA itu dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan diikuti jajaran pegawai Pemprov DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Upacara yang diikuti pegawai Pemprov DKI di Monas pada hari ini memperingati rapat raksasa yang dipimpin Presiden pertama RI Soekarno pada 1945 silam. Kala itu di Lapangan Ikada yang sekarang menjadi bagian dari kawasan Monas itu Soekarno memimpin peringatan sebulan proklamasi Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ikada sendiri merupakan singkatan dari Ikatan Atletik Djakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Dikutip dari sejumlah sumber sejarah, rapat raksasa Ikada itu memiliki beberapa makna di antaranya pertemuan pemerintah RI dengan rakyatnya, menanamkan kepercayaan diri bahwa rakyat Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatan sendiri, dan rakyat mendukung pemerintah yang baru terbentuk. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-73 Tahun 2018, di Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta, Rabu, 19 September 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para pimpinan maupun pegawai Pemprov DKI mampu meneruskan soliditas dan kesatuan dalam bekerja serta berkarya. Itu semua, sambungnya, harus untuk membangun dan melayani warga DKI dengan baik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain upacara, Peringatan 73 tahun Hari Rapat Raksasa IKADA di kawasan Monas pun dilaksanakan penanaman tanaman-tanaman khas Jakarta secara simboli seperti Dukuh Condet dan Sukun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)