Mendagri Tegaskan ASN Haram Dukung Mendukung Capres

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 23:24 WIB
Mendagri Tegaskan ASN Haram Dukung Mendukung Capres Berbeda dengan kepala daerah yang merupakan jabatan politis, Mendagri menegaskan para ASN dilarang menyampaikan dukungan terbuka atas para calon yang bersaing dalam Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kembali mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk bersikap netral dan tidak ikut-ikutan dengan kepala daerah dalam dukung-mendukung calon presiden pada Pilpres 2019.

"Kepala daerah itu jabatan politis yang saat pencalonannya didukung partai politik, jadi sah-sah saja kalau menyatakan sikap dukungan untuk capres. Nah, kalau ASN (aparatur sipil negara) aturannya jelas, harus netral seperti TNI dan Polri," kata Tjahjo di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (22/9) seperti dikutip dari Antara.

Beberapa waktu terakhir, sejumlah kepala daerah, baik gubernur/wagub, bupati/wabup dan wali kota/wakil wali kota mendeklarasikan dukungan kepada salah satu pasangan capres yang akan berkompetisi pada Pilpres 2019.



Di antaranya kepala daerah yang telah terang-terangan menyatakan dukungan itu seperti di Sumatera Barat ada sepuluh kepala daerah yang mendeklarasikan dukungan capres, begitu pula di Jawa Barat sebanyak 22 kepala daerah melakukan hal yang sama, dan beberapa kepala daerah di provinsi lain.

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan dua pasangan capres-cawapres untuk Pilpres 2018, masing-masing Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (nomor urut 1) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 2).

"Sekali lagi saya ingatkan seluruh ASN untuk tidak terlibat dukung-mendukung atau menjadi tim pemenangan capres, karena sanksinya sangat jelas. Untuk kepala daerah yang terlibat tim kampanye, aturanya juga jelas yakni harus cuti saat ikut kampanye," tegas Tjahjo.

Tjahjo sendiri berada di Samarinda guna melantik Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Restuardy Daud sebagai sebagai Penjabat Gubernur Kaltim.

Restuardy mengisi sementara posisi lowong Gubernur Kaltim yang ditinggalkan Awang Faroek Ishak, karena mengundurkan diri untuk maju dalam pencalonan anggota DPR RI pada Pemilu 2019.

Dalam sambutan saat pelantikan penjabat gubernur Kaltim, Tjahjo Kumolo mengingatkan semua pendukung capres untuk berkampanye secara santun dengan beradu program dan gagasan, tidak justru berkampanye negatif dengan menebar kebencian yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat dan stabilitas keamanan.

"Jadi, mari kita lawan model-model kampanye yang seperti itu (kampanye negatif). Pak Jokowi dan Pak Prabowo selama ini juga tidak ada masalah, mesra-mesra saja," katanya soal imbauan menciptakan kampanye damai untuk Pemilu 2019.

(Antara/kid)