Investigasi Hoaks Ratna, Polisi Diacungi Jempol oleh Fahri

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 00:43 WIB
Investigasi Hoaks Ratna, Polisi Diacungi Jempol oleh Fahri Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan kecewa kepada aktivis Ratna Sarumpaet karena berbohong. Terlepas hal itu, Fahri juga mempertanyakan langkah kepolisian yang begitu cepat melakukan penyelidikan atau investigasi.

"Di luar soal pribadi ya, saya melihat investigasi yang dilakukan polisi yang menyebar itu dahsyat," kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (4/10).

Dia mempertanyakan langkah kepolisian yang dengan cepat menemukan nomor rekening temasuk soal transfer dari anak Ratna.



Selain itu, kepolisian juga cepat mendapatkan rekaman CCTV di rumah sakit tempat Ratna berobat dan memeriksa semua rumah sakit serta kegiatan di Bandung.

"Ini dahsyat sebenarnya. Satu penyelidikan yang dahsyat, padahal peristiwanya itu tanggal 21 [September], bocornya itu tanggal 1 [Oktober] Tanggal 2 [Oktober] penyedlidikan sudah lengkap. Briefing kepresidenan sudah lengkap," katanya.

Jika tidak ada bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, dia berniat mengusutnya. Namun, Fahri juga mengacungi jempol karena polisi bisa melakukan investigasi dan penyelidikan dengan cepat.

"Bagus gitu, loh. Tapi memang terus terang kalau memang polisi kita begini, dua jempol. Tapi tolong lah diteruskan. Investigasi kayak begini tolong diteruskan," katanya.

Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sebelumya, kepolisian menyatakan Ratna tidak menjadi korban panganiayaan. Hasil penyelidikan menyebut luka lebam di bagian wajah Ratna akibat efek operasi plastik.

Kepolisian mengatakan Ratna melakukan operasi sekitar tanggal 21 September 2018 di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Jakarta.


Ratna mengaku berbohong telah dianiaya orang tak dikenal. Dia pun mengakui sengaja membiarkan kebohongan itu dan berpikir mengembangkan cerita bohongnya.

"Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita," kata Ratna, Rabu (3/10).

Saat bertemu dengan sejumlah koleganya, termasuk para elite politik di kubu Prabowo Subianto, Ratna pun membiarkan cerita bohong itu. Namun belakangan dia meminta maaf atas kebohongan yang dilakukannya.

"Bohong itu sebuah perbuatan yang salah, dan saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya," kata Ratna.
(swo/pmg)