FOTO: Berlindung dari Trauma Tsunami di Kaki Bukit Donggala

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 12:57 WIB

Palu, CNN Indonesia -- Warga Desa Wani 1 dan Wani Lumbu Petigo mengungsi di perbukitan Sigiba, Donggala, Sulawesi Tengah. Mereka bertahan dan enggan kembali karena masih trauma.

Warga Desa Wani 1 dan Wani Lumbu Petigo mengungsi di perbukitan Gunung Sigiba, Donggala, Sulawesi Tengah usai gempa dan tsunami pada pekan lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Mereka mengungsi sejak Jumat malam, setelah tersiar kabar tsunami akibat gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Warga masih enggan kembali ke rumah. Selain sebagian rumahnya rusak, mereka juga masih trauma akibat dampak kerusakan tsunami di sepanjang pantai barat Sulteng. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Di pengungsian, warga terus bertahan meski masih minim bantuan. Salah satu logistik yang sangat dibutuhkan yakni makanan bayi dan obat-obatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Mereka pun hidup ala kadarnya di tenda pengungsian sembari menunggu bantuan logistik datang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para pengungsi pun mau tidak mau hanya memanfaatkan barang-barang seadanya untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Warga juga memanfaatkan buah-buahan yang terdapat di sekitar perbukitan untuk makan sehari-hari. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Aktivitas mereka yang biasanya dilakukan di rumah juga terpaksa dijalani di dalam tenda pengungsian, seperti belajar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bahkan mereka juga makan sekadarnya yang dapat tersedia selama di pengungsian. Misalnya hanya makan nasi putih tanpa lauk pauk. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Terhitung sudah 7 hari mereka tinggal di tenda pengungsian di perbukitan Gunung Sigiba. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain soal minim bantuan logistik, korban yang luka akibat gempa pekan lalu juga belum mendapat penangan medis yang layak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pun demikian dengan anak-anak bayi dan balita, belum juga mendapat penanganan dan bantuan yang layak. Para orangtua terpaksa merawat anak-anak mereka dengan peralatan seadanya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)