"Kalau yang dicari betonisasi, Anda tidak (akan) ketemu. Kalau yang dicek adalah pengerukan, kemudian perbaikan-perbaikan sarana, maka itu dikerjakan terus," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (9/10).
Anies menuturkan untuk menghadapi musim hujan yang diprediksi dimulai pada November mendatang, Pemprov DKI telah mengerahkan 192 alat berat untuk mengeruk sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kanan kirinya ditumbuhkan sebagai ekosistem yang natural, karena itu Anda tidak temukam betonisasi," ucap Anies.
Sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) mengungkapkan ada sekitar 129 kelurahan di Jakarta yang berpotensi terendam banjir.
Rinciannya adalah di aliran Kali Angke ada enam kelurahan, aliran Kali Pesanggrahan ada 21 kelurahan, aliran Kali Krukut ada 12 kelurahan, aliran Kali Ciliwung 28 kelurahan.
Kemudian aliran Kanal Banjir Barat ada 10 kelurahan, aliran Kali Ciliwung Lama ada sembilan kelurahan, aliran Kali Sunter 23 kelurahan, aliran Kali Cipinang 12 kelurahan, dan aliran Cengkareng Drain ada delapan kelurahan.
Menurut Bambang, jika pengerukan tak rutin dilakukan maka pendangkalan akan terus terjadi di kali-kali di Jakarta.
"Kalau dibiarkan kali jadi dangkal, itu sedimentasi akan terus terjadi karena air dari hulu. Kalau dari hulu itu kan umumnya kalau sebelah hulu kemungkinan sungai curam sehingga di daerah hulu sering terjadi longsor, tererosi. Nah, erosi itu dibawa ke hilir," tutur Bambang. (dis/has)