Protes Siswa SMAN 87 Bela Guru Dituding Doktrin Anti-Jokowi

CNN Indonesia TV, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 08:34 WIB
Protes Siswa SMAN 87 Bela Guru Dituding Doktrin Anti-Jokowi Ilustrasi kelulusan siswa SMA. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus guru NK yang diduga mendoktrin murid agar anti Jokowi berbuntut protes dari siswa SMAN 87 Jakarta, Kamis (12/10).

Sejumlah siswa membentangkan spanduk bertuliskan 'Fitnah lebih kejam dari pembunuhan' di lapangan sekolah sebagai bentuk aksi damai memprotes persoalan guru mereka yang dituding telah mendoktrin murid agar anti Jokowi di Pilpres 2019.

Siswa tak rela guru NK disanksi atau sampai dipecat oleh pihak sekolah. Mereka menganggap guru NK sebagai teladan yang baik selama memberi pelajaran.


Para siswa menuntut pihak sekolah mengembalikan nama baik guru NK.

"Kami kecewa. Guru yang kami kenal sebagai guru yang selalu mengajarkan agama dengan baik, kini tersangkut masalah. Kami kaget," ujar siswa bernama Gilang saat diwawancarai CNN Indonesia TV, Kamis (11/10).

"Aksi ini sebagai bentuk menyalurkan aspirasi. Kami tahu bahwa Bu N tidak seperti itu," kata Gilang.

Kasus yang mendera guru NK mencuat jadi sorotan publik setelah kabar tentang aduan wali siswa terhadapnya berujung viral. Wali siswa menuding guru NK telah mendoktrin murid untuk anti Jokowi.

Pihak sekolah lantas merespons aduan tersebut dengan melakukan investigasi yang melibatkan dinas pendidikan DKI.

Badan Pengawas Pemilu belakangan turun tangan untuk ikut menyelidiki guru NK karena kasus tersebut telah menjadi sorotan publik luas.

Kepala Sekolah SMAN 87 Patra Patiah menyatakan pihaknya hanya melakukan tindakan sesuai prosedur dalam menanggapi aduan.

Merespons aksi protes siswa yang tak terima guru NK diperkarakan, Patra mengimbau semua pihak menunggu hasil penyelildikan.

"Kalian belajar saja, semua sudah ada jaan prosedurnya, artinya karena ada pengaduan, maka tugas ibu adalah menyelidiki kebenarannya," ujar Patra saat berusaha meredakan aksi protes siswa SMAN 87 Jakarta.
Protes Siswa SMAN 87 Bela Guru Dituding Doktrin Anti-JokowiAnies menginstruksikan guru NK ditarik dari kegiatan belajar-mengajar SMAN 87. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menginstruksikan agar guru sekolah yang bermasalah tidak melakukan interaksi dengan siswa.

"Nomor satu kalau ada guru yang bermasalah dengan siswa, tarik dari sekolah, tarik dari kelas, sehingga dia (guru) tidak berada di kelas dulu, tidak berinteraksi dengan siswa, ada proses pendisplinan," tutur Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/10).

Anies menyebut, guru SMAN 87 yang diduga menyebarkan doktrin itu akan segera ditarik dan dilarang mengajar di kelas untuk sementara waktu.

"Akan ditarik segera, akan dihentikan dari mengajar di kelas," ujarnya.

NK sendiri telah melayangkan permintaan maafnya secara tertulis. Pernyataan maaf itu dilampirkan sebagai respons atas desakan publik yang meminta dia untuk mengklarifikasi persoalan.

NK yang menolak diwawancarai wartawan, menyampaikan secarik surat bermeterai berisi permohonan maaf melalui Patra. Berikut isinya:

1. Paska gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah saya melakukan refleksi pembelajaran di masjid dengan menggunakan media video tentang bencana gempa dan tsunami

2. Selama dan setelah pemutaran video saya memberikan penjelasan/komentar tentang isi video. Ada kemungkinan saya salah ucap atau siswa salah mempersepsikan kalimat-kalimat penjelasan saya.

3. Sehubungan dengan itu, sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan salah, dengan hati yang tulus saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan kejadian ini, khususnya kepada Bapak Presiden Jokowi yang terbawa-bawa dalam masalah ini, dan juga kepada teman-teman wartawan. Saya berjanji akan lebih berhati-hati di masa yang akan datang, agar ucapan dan tindakan saya tidak menyinggung siapa pun.

4. Saya mohon kepada teman-teman wartawan untuk menyebarluaskan permohonan maaf saya ini melalui media.

5. Saya juga mohon maaf kepada keluarga besar SMA Negeri 87 Jakarta yang merasa dirugikan atas kejadian ini, karena kejadian ini seharusnya tidak menyangkut institusi SMA Negeri 87 Jakarta.

(dis/gil)


BACA JUGA