Pendaftaran Rumah DP Nol Rupiah Dibuka 1 November

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 18:25 WIB
Pendaftaran Rumah DP Nol Rupiah Dibuka 1 November Hunian DP 0 Rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pendaftaran untuk membeli rumah dengan DP nol rupiah Samawa bagi masyarakat akan mulai dibuka pada 1 November mendatang.

"Program ini nanti akan mulai dibuka pendaftaran pada tanggal 1 November mendatang," kata Anies di Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, Jumat (12/10).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Meli Budiastuti mengatakan pendaftaran tersebut bisa dilakukan secara online maupun mendaftar langsung di loket yang ada di lima kantor wali kota.

Untuk pendafatran secara online bisa dilakukan dengan mengakses website dp0rupiah.jakarta.go.id.


Ada beberapa persyaratan bagi masyarkat yang ingin mendaftar dalam program tersebut.

Untuk syarat pendaftaran umum antara lain warga ber-KTP DKI yang telah tinggal di Jakarta minimal lima tahun, tidak pernah menerima subsidi rumah, belum punya rumah sendiri, dan taat membayar pajak.
Kemudian prioritas bagi warga yang telah menikah, berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp7 juta per bulan bagi warga yang terpilih, serta wajib memiliki rekening Bank DKI.

"Kami sudah mempunyai kerja sama dengan Dinas Dukcapil, nanti tinggal kami cek, verifikasi data yang ada di Dukcapil, semua data warga ada di sana," tutur Meli.

Ada pula syarat pendaftaran administrasi, antara lain Kartu keluarga (KK) DKI Jakarta, KTP DKI Jakarta yang menunjukkan minimal telah 5 tahun tinggal di Jakarta. Lalu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), surat nikah atau akta nikah yang dikeluarkan oleh instansi berwenang bagi yang menikah.
Lalu surat pernyataan atau keterangan tidak pernah menerima subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, dan surat keterangan belum memiliki rumah sendiri dari kelurahan.

Nantinya, kata Meli, jika semua syarat sudah terpenuhi, maka pendaftar akan masuk dalam kategori lulus tingkat pertama. Kemudian, sambungnya, akan dilakukan pengecekan oleh bank.

"Apabila waiting list itu sudah ada, akan ditetapkan dengan Keputusan Gubernur," ujarnya.

Meli menambahkan, proses seleksi para pendaftar akan dilakukan bersama dengan Dinas Dukcapil. Selain itu, juga akan melibatkan masyarakat setempat guna memastikan pendaftar tersebut memang benar tidak memiliki rumah.

"Kan syarat utamanya itu, bila ada laporan dia ternyata memiliki rumah, seperti kalau proses lelang seperti itu, kita akan tinjau kembali," katanya. (dis/dea)