Tak Seperti PKS, Demokrat Klaim Fokus Kampanye Positif

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 16:39 WIB
Tak Seperti PKS, Demokrat Klaim Fokus Kampanye Positif Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyatakan partainya tidak akan melakukan kampanye negatif dalam menggenjot pemenangan Pileg dan Pilpres 2019. (Detikcom/Samsudhuha Wildansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyatakan partainya tidak akan melakukan kampanye negatif dalam menggenjot pemenangan Pileg dan Pilpres 2019. Kampanye positif diklaim akan menjadi satu-satunya pilihan yang dilakukan.

"Partai Demokrat tidak akan memilih kampanye negatif dalam Pileg dan Pilpres 2019 nanti," kata Andi melalui akun twitternya @AndiArief_ Senin (15/10).

"Partai kami punya stok kampanye positif Karena kerja positif 10 tahun berkuasa," ucap Andi.


Andi mengatakan partainya memiliki tugas untuk mendidik masyarakat dalam perhelatan demokrasi. Hal itu dianggap akan berlawanan jika kampanye negatif yang dilakukan Demokrat pada Pileg dan Pilpres mendatang.

Jalan yang dipilih Demokrat itu cenderung berbeda dengan kawan satu koalisinya pada Pilpres 2019, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan calegnya melakukan kampanye negatif. Namun, kampanye positif tetap harus diprioritaskan.

"Saya dalam beberapa kesempatan 80 persen dalam kampanye kita, harus positive campaign. Silakan antum masuk ke negative campaign, cukup 20 persen," ucap Sohibul dalam pidato di acara Konsolidasi Akbar Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10).

Sohibul menjelaskan bahwa kampanye negatif merupakan kampanye yang mengangkat kelemahan lawan melalui fakta-fakta. Bukan berdasarkan kebohongan. Karenanya, dia tidak melarang kampanye negatif.

"Tidak bohong itu, namanya negative campaign, itu boleh. Sebab publik harus tahu calon ini apa kelemahannya," ucap Sohibul.

Sohibul justru melarang kadernya untuk melakukan black campaign atau kampanye hitam yang merupakan berisi fitnah tak berdasar. Dia mengatakan PKS sama sekali tidak akan memberikan toleransi kampanye hitam.

"Kami tidak ada toleransi, 0 persen kepada fitnah atau kampanye hitam," kata Sohibul.

Andi menghormati pilihan PKS tersebut. Menurutnya, setiap partai memiliki langkah masing-masing yang akan ditempuh demi memperoleh banyak suara. Meski demikian, dia menganggap tetap harus hati-hati jika ingin menjalankan kampanye negatif.

"Itu pilihan mereka, tapi di luar kezaliman. Meski demikian itu taktik yang harus dihormati, tapi jangan sampai bablas," ucap Andi.



(bmw/gil)