Rencana tersebut tercantum dalam visi misi berjudul Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia Adil Makmur bersama Prabowo-Sandi. Visi misi mereka diunggah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di laman resminya.
Iktikad menjadikan Indonesia sebagai pusat tujuan wisata halal dunia secara eksplisit tercantum dalam bagian Program Aksi Ekonomi poin 19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program Aksi Ekonomi poin 19 itu merupakan penjabaran dari bagian Pilar Ekonomi poin 7. Pada butir tersebut dijelaskan bahwa Prabowo-Sandi bertekad menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru, termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, ekonomi digital, startup, industri syariah, dan maritim.
Slamet mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu, sudah sepatutnya pemerintah Indonesia mengembangkan bisnis syariah terkemuka di dunia.
"Sangat setuju. Pemerintah juga harus melindungi hak-hak muslim sebagai mayoritas dalam berbagai aspek termasuk industri dan pariwisata," ucap Slamet saat dihubungi, Senin (15/10).
"Keinginan semua anggota timses Prabowo-Sandi, keinginan partai koalisi dan pendukungnya, keinginan ulama dan umat Islam Indonesia," ucap Slamet.
Terpisah, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak juga menyambut baik rencana Prabowo-Sandi. Menurut dia, sejauh ini bisnis syariah memang sudah berkembang dengan baik di Indonesia.
Dia memberi contoh bisnis perbankan syariah yang berkembang pesat. Baik bank BUMN maupun swasta.
Yusuf lalu mengatakan bahwa wisatawan dari negara-negara Timur Tengah juga belum tergarap secara serius. Kata dia, Malaysia memang cenderung agresif menarik wisatawan dari Timur Tengah. Namun, Negeri Jiran tidak punya banyak tempat wisata seperti Indonesia yang bisa dijadikan objek wisata halal.
"Maka wisata syariah dan halal punya prospek masa depan yang cerah," ucap Yusuf.
Karena itu, mereka seharusnya benar-benar fokus pada perbaikan ekonomi seperti yang selama ini dilontarkan.
"Kebijakan itu terkesan paradoks karena Prabowo-Sandi biasanya jualan isu ekonomi dan hal lain yang berkaitan secara langsung," ucap Adi saat dihubungi, Senin (15/10).
"Bukankah yang diinginkan rakyat itu perbaikan ekonomi, bukan wisata halal?" ujarnya. (bmw/osc)