Tim Jokowi Sebut Pilar Ekonomi Prabowo Mirip Orde Baru

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 19:54 WIB
Tim Jokowi Sebut Pilar Ekonomi Prabowo Mirip Orde Baru Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menuding visi dan misi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terutama di bidang ekonomi mirip yang diimplementasikan pada masa orde baru.

"Teman-teman sudah baca visi misi Pak Prabowo? Ini visi misi [seperti] zaman orde baru," kata Arya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (16/10).

Arya mengatakan beberapa poin yang terkandung dalam delapan pilar ekonomi Prabowo-Sandiaga tak konret dan tak terukur dengan jelas untuk menyelesaikan persoalan ekonomi di Indonesia.


Arya mencontohkan pada poin Prabowo-Sandiaga yang ingin menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan di bidang ekonomi, dengan mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, program itu masih abstrak dan tak terukur untuk melihat output yang ingin dicapai kedepannya dengan jelas.

"Jadi enggak terukur," kata Arya.

Arya juga mengkritik soal poin program soal menciptakan lapangan kerja sebesar besarnya dan menjaga harga bahan pokok agar stabil dan terjangkau.
Menurutnya, kedua program itu masih tak terukur dengan baik dalam melihat capaiannya secara konret.

"Semuanya ngambang. Ini bahasa orde baru. Jadi saya bisa katakan visi misi pak Prabowo dan mas Sandi ini dan juga program pilar ekonominya seperti orde baru," kata dia "Satu yang agak real, apa? memperbanyak bioskop di daerah. Itu saja real, lainnya ngambang."

Di sisi lain, Arya juga membandingkan dengan visi dan misi Jokowi-Ma'ruf Amin yang terukur dan jelas targetnya di masing-masing program.

Ia mengklaim berbagai program di kementerian yang dipimpin oleh kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla saat ini selalu terukur dalam menentukan target kerja.

"Sekarang di semua Kementerian terukur, KPI (Key Performance Indicator) jelas nggak ngambang," klaim Arya.

Melihat hal itu, Arya pun meminta agar masyarakat dapat dengan cerdas untuk melihat visi, misi dan program di tiap-tiap kandidat yang memiliki tujuan dan target yang jelas

Dia meminta agar masyarakat tidak terkecoh dengan visi misi dan program yang dicanangkan oleh Prabowo-Sandi.

"Jadi rakyat bisa terkamuflase dari visi misi yang ditawarkan, karena gak ada ukuran yang jelas. Ngomong pertumbuhan ga ada berapa persen. Hanya ngomong terbuka lapangan kerja seluas-luasnya itu bukan bahasa milenial," katanya

Ma'ruf Temui PM Singapura

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bertempat di Istana Singapura, Selasa (16/10).

Pada pertemuan itu, Ma'ruf turut didampingi Istrinya Wury Restu Handayani, Dewan Pengarah Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin Diaz Hendropriyono.

Pada kesempatan itu, Ma'ruf turut menyampaikan salam langsung dari Presiden Jokowi untuk PM Lee dan mengharapkan hubungan baik antara Indonesia-Singapura dapat terjalin terus menerus.
Ia pun turut menyinggung perlunya kerjasama yang intens antara Indonesia dan Singapura dalam menangani ekstrimisme dan radikalisme yang berkembang di kedua negara.

"Terutama dalam mengatasi persoalan ekstremisme, radikalisme dan perbaikan ekonomi," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi yang diperoleh CNNIndonesia.com, Selasa (16/10).

Tak hanya itu Ma'ruf turut menyinggung perlunya kerjasama ekonomi antara kedua negara agar tak melulu bergantung pada perekonomian Amerika Serikat dan China.

"Di Asia Tenggara ini kita harus memiliki hubungan yang harmonis agar tidak tergantung kepada ekonomi Amerika dan China," ujar Ma'ruf.

Disisi lain, PM Lee turut memperhatikan perhelatan pemilu di Indonesia saat ini. Ia mengatakan bahwa kontestasi yang ada di Indonesia bakal berpengaruh kepada negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

"Saya berharap Pemilu di Indonesia akan berjalan baik. Hasil Pemilu juga akan berpengaruh pada negara lain. Sebagainana Pemilu di Amerika juga berdampak pada semua," kata Lee.

Diketahui, Ma'ruf pernah melakukan lawatan ke Malaysia untuk bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad bulan lalu sebelum mengunjungi Lee di Singapura.
(rzr/ugo)