Perbakin Diminta Jelaskan Status Penembak Peluru Nyasar

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 03:37 WIB
Perbakin Diminta Jelaskan Status Penembak Peluru Nyasar Proyektil yang menembus ruang kerja anggota DPR yang diterjang peluru nyasar. (CNN Indonesia/Aini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR Fraksi Gerindra Wenny Warouw meminta Ketua Harian Pengurus Besar Perbakin Japto Soerjosoemarno dan Direktur Regional International Practical Shooting Confederation (IPSC Indonesia) Bambang Trihatmodjo, memberi penjelasan soal status keanggotaan salah satu tersangka kasus peluru nyasar berinisial IAW.

Wenny adalah salah satu anggota DPR yang ruangannya terkena peluru nyasar. Ia mengaku mendapat dokumen dari Perbakin yang menyebut IAW menerima sertifikat penataran tembak reaksi yang ditandatangani oleh Japto dan Bambang.

"Tolong ke Pak Japto Soerjosoemarno sama dengan Bambang Tri apa benar punya murid seperti ini. Karena beliau yang tanda tangan sertifikat ini," ujar Wenny di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/10).


Berdasarkan dokumen yang diperlihatkan Wenny, IAW dinyatakan lulus dalam mengikuti penataran tembak reaksi yang diselenggarakan PB Perbakin bidang tembak reaksi pada 21-22 April 2018. Dalam sertifikat berlogo Perbakin dan IPSC, IAW diketahui merupakan angkatan ke-127.

Wenny juga meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklarifikasi status IAW dan satu tersangka lain, yakni RMY.

Permintaan itu lantaran keduanya disebut sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Perhubungan. Jika benar PNS, Wenny mengaku heran IAW dan RMY melakukan latihan tembak di hari dan jam kerja.

"Mereka saya lihat Kartu Tanda Penduduknya PNS. Saya dapat informasinya dari Polda mereka itu PNS Perhubungan. Kalian (wartawan) sekarang ini pergi dong ke Menhub, tanya itu, kok jam kerja latihan nembak," ujarnya.

Sebelumnya, tiga peluru nyasar diduga dari lapangan tembak Senayan menembus dinding dan kaca ruang kerja tiga anggota DPR yang terletak di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen.

Ruang kerja yang terkena peluru nyasar yakni ruang anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw di lantai 16, ruang anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13, dan ruang anggota Fraksi Demokrat Vivi Jayabaya Sumantri di lantai 10.

Sementara satu peluru nyasar juga diketahui mengenai besi pembatas kaca ruang kerja milik anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20. Tidak ada korban meninggal maupun luka dari kejadian tersebut. (panji/wis)


BACA JUGA