Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 08:32 WIB
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR Kasus peluru nyasar ke Gedung DPR. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi kasus peluru nyasar yang bersarang di enam ruangan anggota DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (19/10) pagi. Rekonstruksi dilakukan di Lapangan Tembak Senayan pada Pukul 09.00 WIB.

Hal ini dikonfirmasi Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Jerry Siagian.

"Rekonstruksi akan ada dari Labfor (Laboratorium forensik) Mabes," ujar Jerry saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Dalam rekonstruksi pagi ini polisi juga bakal menghadirkan para tersangka. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang bernisial IAW dan RMW sebagai tersangka. Keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil Kementerian Perhubungan.


Sebelumnya, pada 15 Oktober 2018 dua buah peluru nyasar bersarang di dua ruang kerja anggota DPR RI di Gedung Nusantara II Kompleks DPR RI.

Peluru pertama bersarang di kaca ruang kerja nomor 1601 milik anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw yang terletak di lantai 16. Peluru tersebut menembus kaca dan tembok ruang kerja Wenny. Peluru kedua diketahui bersarang di ruang kerja nomor 1313 milik anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebut kedua peluru nyasar tersebut berasal dari latihan Persatuan menembak Sasasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) dari Lapangan Tembak Senayan.

Dua hari setelahnya polisi menetapkan dua orang bernisial IAW dan RMW sebagai tersangka kasus tersebut.

Tak lama berselang peluru nyasar kembali ditemukan di Gedung DPR. Kali ini peluru bersarang di lantai 10 dan lantai 20 Gedung Nusantara I DPR, Rabu (17/10). peluru nyasar itu diduga berada di ruang nomor 1008 di lantai 10 yang merupakan ruang Anggota Fraksi Partai Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya.
Sedangkan di lantai 20 peluru terlihat menembus pojok kaca ruang anggota Fraksi PAN Totok Daryanto. Namun, berdasarkan keterangan staf fraksi, insiden peluru nyasar itu sama seperti peristiwa Senin (15/10).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro JayaKombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menemukan enam lokasi yang menjadi ruangan tempat bersarang peluru nyasar di Gedung DPR. Hal itu terungkap berdasar hasil penyisiran di gedung DPR, Kamis (18/10) pagi. (sah/dea)