Perbakin Duga Ada Kelalaian di Kasus Peluru Nyasar ke DPR

tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 13:52 WIB
Perbakin Duga Ada Kelalaian di Kasus Peluru Nyasar ke DPR Irjen Pol Setyo Wasisto. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) DKI Jakarta Inspektur Jenderal Pol Setyo Wasisto menyebut ada indikasi kelalaian dari petugas Lapangan Tembak terkait peluru nyasar ke Gedung DPR sepekan ini. Indikasi kelalaian itu terkait dengan penggunaan senjata otomatis saat latihan menembak.

Menurut Setyo, penggunaan senjata otomatis tidak diperbolehkan oleh Perbakin meskipun dalam konteks latihan. Dalam kejadian ini polisi sudah menetapkan IAW dan RMY sebagai tersangka.

"Iya di organisasi kami, Perbakin, itu pelanggaran aturan karena enggak boleh senjata otomatis senjata otomatis digunakan untuk olahraga," ujar Setyo di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10).


Setyo mengatakan, dari hasil rekonstruksi kasus, diketahui tersangka IAW meminta kepada petugas Lapangan Tembak Senayan berinisial HS untuk mengubah pengaturan pistol Glock 17 dari semi otomatis menjadi full otomatis. HS pun bersedia memasang switch automizer di pistol yang digunakan IAW.

Sementara dari sisi kepolisian, status dari petugas Lapangan Tembak berinisial HS itu sampai saat ini masih sebagai saksi. Setyo juga meminta penyidik untuk melakukan pendalaman kepada petugas tersebut.

"Iya nanti saya minta penyidik untuk melakukan pendalaman. Dia (HS) sudah diperiksa tapi bisa saja nanti diperiksa ulang," ujar Setyo.

Selain itu, Setyo juga menyebut bahwa kedua tersangka belum mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin. Keduanya baru memperoleh sertifikasi tembak reaksi pada April 2018 lalu.
Perbakin Sebut Diduga Ada Kelalaian soal Peluru Nyasar ke DPRFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
"Sebelum dia mendaftar ke klub dia ikut sertifikasi dulu, artinya dia tes kemampuan, tes keterampilan, setelah keluar sertifikatnya baru dia bisa daftar ke klub menembak," ucap dia.

"Kemudian baru klub menembak itu yang mengurus anggota Perbakin. Karena anggota perbakin tidak ada keanggotaannperbakin, Perbakin itu adalah organisasi atau klub menembak," ujar Setyo.

Lebih lanjut, Setyo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Divisi Humas Polri mengatakan arena luar (outdoor) Lapangan Tembak bakal ditutup sementara. Namun, area latihan tembak indoor masih tetap dibuka.

"Sementara dalam proses penyidikan, Polda Metro Jaya menutup dulu untuk area ini saja, area tembak target boleh karena di dalam ruangan," tutur Setyo. (sah/osc)