"Ada 25 adegan mulai dari yang bersangkutan datang, melakukan kegiatan di lapangan tembak, sampai dia kembali itu sudah terangkum dalam rekonstruksi," ujar Setyo seusai rekonstruksi yang digelar di Lapangan Tembak, Senayan.
Kronologi
Berdasarkan Pantauan CNNIndonesia.com, rekonstruksi dimulai pada pukul 09.30 WIB. Adegan rekonstruksi dimulai saat tersangka IAW datang ke Lapangan Tembak pada Senin (15/10), pukul 12.00 WIB. IAW datang terlebih dahulu dari tersangka RMY.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah beberapa kali bergantian menembak, IAW meminta kepada salah satu petugas lapangan tembak berinisial HS untuk mengubah pengaturan pistol dari semi otomatis jadi full otomatis dengan mengganti switch automizer.
Arena tembak tempat IAW dan RMY berlatih merupakan wilayah terbuka. Untuk pengamanan, di sekitar arena lapangan tembak dipasangi seng setinggi 10 meter. Seng tersebut pun menancap ke tanah di bawahnya.
Dari arena tembak nomor 7 pun sama sekali tidak terlihat kompleks DPR karena tertutup oleh seng hijau pelindung itu. Diduga peluru nyasar itu akibat kelalaian tersangka saat menembak pistol Glock 17 dalam pengaturan otomatis.
Ketua DPR Bambang Soesatyo yang turut menyaksikan proses rekonstruksi mengatakan kecil kemungkinan ada unsur kesengajaan dari tersangka. Menurut dia peluru tersebut bisa bersarang di gedung DPR lantaran tersangka tidak menguasai pistol otomatis.
"Kalau dilihat di sana ini begini jadi begini ya itu jelas ada unsur kejut jadi dari lantai 9, 10 begitu itu fakta yang saya lihat. Kenapa bisa kan terhalang pembatas kan gedung DPR enggak kelihatan. Saya menduga ada tembus itu seng," ujar Bamsoet.