"Menurut saya Mas Sandi jangan nyinyir, tapi solutif," ujar Antoni dalam keterangan tertulis, Senin (22/10).
Antoni menuturkan Sandiaga harus menghentikan kecurigaan terhadap Dana Kelurahan jika menyatakan sepakat. Sebaliknya, Sandiaga dituntut untuk memberikan alternatif solusi atas kebutuhan dana keluarahan yang diajukan sejak lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak susah menjadi pemimpin yang konstruktif," ujarnya.
Arteria menuturkan dana kelurahan untuk mendukung pembangunan dan pengingkatan perekonomian masyarakat. Dana itu, kata dia, akan disalurkan langsung ke rekening keluarahan. Jika dana itu berjalan dengan optimal, ia menyebut Wali Kota dan lurah yang akan mendapat apresiasi dari masyarakat.
"Rakyat tidak tahu itu karena presidennya yang hebat. Lantas bagaimana pula caranya kok sampai dikaitkan ke Pilpres? Ke Pak Jokowi? Wong Wali Kotanya saja belum tentu Wali Kotanya berasal dari partai pengusung Pak Jokowi," ujarnya.
Lebih dari itu, Arteria membeberkan dana kelurahan sudah diajukan sejak lama oleh Asosiasi Wali Kota se-Indonesia. Dana itu diusulkan karena biaya operasional daerah untuk pelayanan publik terbatas.
"Kalau tujuannya untuk membantu masyarakat, dengan nalar dan dirasakan langsung manfaatnya, terlepas kapan waktunya, harusnya didukung, disupport. Bukan dinegasikan tanpa menghadirkan alternatif solusi," ujar Arteria.