"Pak Jokowi menekankan kami perlu proaktif, bukan agresif. Proaktif berbicara yang sudah dilakukan dan yang akan dicapai," kata Budiman di Hotel Santika, Bogor, Senin (22/10).
"Itu konsekuensi petahana. Kami menjelaskan yang dipermasalahkan," imbuh dia, yang juga anggota influencer TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TKN, kata Budiman, akan fokus membantu Jokowi mengabarkan capaian kinerja pemerintahan Jokowi selama ini seperti infrastruktur, KIP, KIS, dana desa, pariwisata, dan sertifikat tanah.
Ia mencontohkan kritikan oposisi terhadap kebijakan pemerintah mencairkan dana kelurahan tahun depan. Istana menyatakan kebijakan ini diperlukan atas laporan kesenjangan kota dan desa yang menerima dana desa sejak 2015.
Di sisi lain, oposisi menilai kebijakan itu bermotif politik. Pencairan tahun depan dinilai dapat memengaruhi perolehan suara Pilpres 2019.
Ia juga mencontohkan isu agama seperti Jokowi anti-Islam yang selama ini beredar. Menurutnya, banyak santri menyukai Jokowi. Hal itu terlihat sedari awal Presiden berkunjung ke pondok pesantren.
"Kami justru ingin meluruskan beragama itu. Yang di pesantren santai-santai saja dengan Jokowi. Jadi sebenarnya itu gimmick yang dimainkan mereka," tutur Budiman.
(chri/arh)