"Karena itu saudara-saudara sekalian, saya mohon, marilah kita sabar, marilah kita hati-hati," kata Prabowo dalam acara Hari Santri Nasional dan Milad Front Santri Indonesia ke-1, di Masjid Amaliyah, Ciawi, Bogor, Jawa Barat (22/10).
"Jangan-jangan orang yang bakar-bakar itu, bakar-bakar tulisan tauhid, jangan-jangan memang dia disuruh, dia disuruh untuk bikin kita marah dan dia adu domba," ujarnya melanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo curiga aksi pembakaran bendera mirip HTI bertujuan untuk adu domba. (Foto: Tim Prabowo Subianto) |
Prabowo mengaku memiliki pengalaman sebagai tentara untuk melihat upaya adu domba. Mantan Danjen Kopassus itu mengklaim mengetahui kerja-kerja fitnah yang dilakukan kelompok tertentu untuk memecah belah masyarakat.
"Saya dulu diperintah macam-macam, jadi saya paham kerja-kerja fitnah semacam itu, saya mengerti. Jangan-jangan juga ada bangsa asing yang ingin Indonesia selalu ribut," tuturnya.
"Kita lakukan perubahan besar mulai dari kotak suara, dan kita kerja dari hari ini. Bersama-sama kita perbaikan kehidupan bangsa kita," ujarnya.
Prabowo curiga aksi pembakaran bendera mirip HTI bertujuan untuk adu domba. (Foto: Tim Prabowo Subianto)