Jokowi Kucurkan Rp187 Triliun Dana Desa Selama Empat Tahun

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 01:23 WIB
Jokowi Kucurkan Rp187 Triliun Dana Desa Selama Empat Tahun Menteri Eko mengklaim penyerapan dasa desa terus meningkat sejak tahun 2015. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo mengatakan selama empat tahun ini pemerintahan Joko Widodo telah mengucurkan dana desa sejumlah Rp187 triliun. Menurut, anggaran dana desa terus meningkat setiap tahunnya, sejak 2015. 

"Ini merupakan komitmen politik untuk mengurangi kesenjangan dan kemiskinan, terutama yang ada di desa-desa," kata Eko dalam acara 'Empat Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla', di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10).

Eko menyebut penyerapan atau penggunaan dana desa juga terus meningkat sejak pertama kali dikucurkan. Pada 2015, penyerapan dana desa baru sebesar 82 persen. Kemudian meningkat menjadi 97 persen pada 2016. Selanjutnya pada tahun lalu meningkat menjadi 98 persen. 


"Peningkatan penyerapan ini menunjukkan tata kelola di desa-desa berjalan baik. Karena yang kita semua tahu bahwa dana desa dikucurkan tiga tahap. Tahap berikutnya tidak bisa dicairkan sebelum laporan dan hasil audit diterima," ujarnya. 


Eko menyatakan rendahnya penyerapan anggaran pada 2015 lalu lantaran program dana desa saat itu baru pertama kali diluncurkan. Sementara, kepala desa maupun perangkat desa saat itu belum memiliki kemampuan mengelola dana desa, sebesar sekitar Rp1 miliar setiap desa. 

"Kita semua tahu 40 persen kepala desa kita hanya tamatan SD dan SMP. Mereka tidak punya perangkat selengkap kecamatan untuk kelola dana desa," kata dia.

Eko mengatakan salah satu keberhasilan pengelolaan dana desa karena kehadiran para pendamping di masing-masing desa. Politikus PKB itu menyatakan pihaknya memiliki sekitar 40 ribu pendamping desa yang tersebar di seluruh Indonesia. 

"Secara terus menerus memberikan pendampingan pada perangkat desa," ujarnya. 


Berdayakan SDM

Eko melanjutkan total dana desa sekitar Rp187 triliun yang cair sejak 2015 sampai 2018 ini telah digunakan untuk  pembangunan infrastruktur, baik untuk pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi. 

"Sebagai contoh, desa membangun lebih dari 158 ribu kilometer jalan desa, ini belum pernah terjadi di Indonesia," kata Eko. 

Selain itu, kata Eko, dana ratusan triliun itu juga telah digunakan membangun puluhan ribu PAUD, pondok bersalin desa (Polindes), Posyandu. Kemudian satu juta unit sarana air bersih, 75 ribu unit MCK di desa-desa yang belum memiliki fasilitas itu. 

"Jadi dana desa ini nomor satu dipakai dulu untuk pemberdayaan sumber daya manusia dulu, supaya kualitas sumber daya manusia dengan pengadaan air bersih, MCK, PAUD, Polindes, ada Posyandu," kata dia. 

"Setelah itu desa baru bangun infrastruktur untuk pemberdayaan ekonomi. Seperti jalan sarana irigasi, pasar, bumdes, dan sebagainya," ujar Eko menambahkan. 

(fra/DAL)