Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah area yang tergenang air hujan dengan ketinggian bervariasi, yakni di sekitar Posko Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Area itu menjadi lokasi identifikasi jasad korban.
Ketinggian genangan air bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter, namun masih bisa dilintasi petugas maupun kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah personel nampak sudah mempersiapkan sejumlah perlengkapan kerjanya di sekitar area DVI Polda Jabar untuk kembali ke perairan Tanjung Karawang yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan agenda pencarian hari ini selain fokus pada jasad korban, juga akan mencari titik lokasi jatuhnya badan pesawat Lion Air berpenumpang sekitar 189 orang itu.
Cuaca Mendung
Tim gabungan evakuasi korban pesawat Lion Air JT610 harus menghadapi kendala cuaca mendung pada hari kedua pencarian, Selasa pagi.
"Sejak subuh tadi cuaca hujan sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang kami dalam mendeteksi korban," kata Koordinator Humas Basarnas Bandung, Joshua.
Selain mengganggu jarak pandang di sekitar permukaan laut, kata Joshua, cuaca mendung juga akan mengganggu jarak pandang sebanyak 40 penyelam di dalam laut.
"Pagi ini kita tambah lagi empat penyelam untuk bergabung di tengah laut Pakis bersama 40 penyelam lainnya," kata Joshua.
Dikatakan, strategi pencarian di hari kedua akan fokus pada sembilan titik koordinat di sekitar area Tanjung Karawang.
Selain mengerahkan puluhan penyelam, pihaknya juga mengerahkan 15 kapal beserta empat kapal sonar.
"Ada sembilan lokasi pencarian. Setiap zona dikotak-kotak menjadi 20 bidang. Tim akan fokus di sana hari ini," katanya. (dea)