Area Evakuasi Korban Lion Air JT-610 Tergenang Air

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 07:43 WIB
Area Evakuasi Korban Lion Air JT-610 Tergenang Air Posko Evakuasi Korban Pesawat Lion Air JT-610. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah area di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, yang dipersiapkan menjadi zona evakuasi korban pesawat Lion Air JT-610 tergenang air pascahujan deras, Selasa subuh (30/10).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah area yang tergenang air hujan dengan ketinggian bervariasi, yakni di sekitar Posko Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Area itu menjadi lokasi identifikasi jasad korban.
Selain itu, genangan juga terpantau di sekitar lokasi berdirinya tenda petugas gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Posko Medis, tenda TNI, Palang Merah Indonesia serta akses jalan penghubung menuju pantai.

Ketinggian genangan air bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter, namun masih bisa dilintasi petugas maupun kendaraan.
Genangan itu muncul pascahujan deras yang mengguyur area setempat selama lebih kurang satu jam sejak pukul 04.00 WIB.


"Rencananya kami akan memulai kembali pencarian korban pesawat yang akan dibuka melalui apel koordinasi lintas instansi yang dipimpin langsung masing-masing ketua koordinator," kata salah satu petugas Basarnas Dwi Kartika.

Sejumlah personel nampak sudah mempersiapkan sejumlah perlengkapan kerjanya di sekitar area DVI Polda Jabar untuk kembali ke perairan Tanjung Karawang yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan agenda pencarian hari ini selain fokus pada jasad korban, juga akan mencari titik lokasi jatuhnya badan pesawat Lion Air berpenumpang sekitar 189 orang itu.

"Pencarian akan melibatkan kapal khusus berfasilitas alat sonar untuk mendeteksi material pesawat," katanya.

Cuaca Mendung

Tim gabungan evakuasi korban pesawat Lion Air JT610 harus menghadapi kendala cuaca mendung pada hari kedua pencarian, Selasa pagi.

"Sejak subuh tadi cuaca hujan sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang kami dalam mendeteksi korban," kata Koordinator Humas Basarnas Bandung, Joshua.

Selain mengganggu jarak pandang di sekitar permukaan laut, kata Joshua, cuaca mendung juga akan mengganggu jarak pandang sebanyak 40 penyelam di dalam laut.

"Pagi ini kita tambah lagi empat penyelam untuk bergabung di tengah laut Pakis bersama 40 penyelam lainnya," kata Joshua.

Dikatakan, strategi pencarian di hari kedua akan fokus pada sembilan titik koordinat di sekitar area Tanjung Karawang.

Selain mengerahkan puluhan penyelam, pihaknya juga mengerahkan 15 kapal beserta empat kapal sonar.

"Ada sembilan lokasi pencarian. Setiap zona dikotak-kotak menjadi 20 bidang. Tim akan fokus di sana hari ini," katanya. (dea)