James bakal diminta keterangannya untuk sembilan tersangka suap izin megaproyek milik Lippo Group itu.
"Dijadwalkan pemanggilan terhadap James Riady sebagai salah satu saksi dalam kasus dugaan suap terkait dengan proyek Meikarta ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/10) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui pasti apakah James akan memenuhi panggilan perdana sebagai saksi ini. Direktur Komunikasi Publik Lippo Group Danang Kemayan Jati, tak merespons konfirmasi CNNIndonesia.com.
Kuasa hukum PT Mahkota Sentosa Utama, Denny Indrayana juga tak membalas pesan singkat CNNIndonesia.com saat ditanya apakah James bakal memenuhi panggilan penyidik KPK.
"Terutama dilihat dari korporasinya. Kami ingin melihat sejauh mana korporasi berperan, apa itu kebijakan manajemen," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Kamis (25/10).
Kecurigaan KPK terhadap Lippo berangkat dari keterlibatan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Alex, kasus ini memperlihatkan perusahaan seolah tidak melakukan pengawasan terhadap arus pengeluaran mereka.
Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.
Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, sedikitnya KPK menetapkan sembilan tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.
Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group. (fra/wis)