"Pengambilan serpihan buat sampel. Yang diambil sampel biologis dipilih seperti barang yang masih ada potongan dagingnya dan sampel properti, artinya barangnya seperti sepatu, baju," kata Agus di Pelabuhan JICT Jakarta, Rabu (31/10)
Serpihan barang itu akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dicek kembali. Kemudian barang-barang itu bakal dipindahkan sesuai dengan kelompoknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan tim DVI beserta petugas berwenang lainnya terlihat mengelompokkan barang-barang yang ditemukan dari insiden jatuhnya Lion Air tersebut.
Polisi juga terlihat menunjukkan satu pasang baju pramugari Lion Air yakni baju dan rok. Adapula peralatan-peralatan penumpang lainnya yang dijejerkan seperti pakaian pribadi.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 jatuh pada Senin (29/10), pada pukul 06.20 WIB atau 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat yang mengangkut sebanyak 189 orang itu jatuh di Perairan Tanjung Karawang.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan pihaknya sudah mendapatkan titik terang koordinat jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Menurut dia, titik koordinat itu akan dipastikan lagi ke Badan SAR Nasional (Basarnas).
"Titik terang adanya dugaan kuat adalah bagian dari fuselage (badan pesawat) JT-610 itu sudah ditentukan koordinatnya," kata Hadi di Pelabuhan JICT.
Menurut Musyafak hingga hari kedua usai insiden kecelakaan, Selasa (30/10) kemarin, sudah ada 26 jenazah yang telah dilakukan pemeriksaan dan rekonsiliasi.
"Namun hasilnya belum satupun yang teridentifikasi, masih nihil," kata Musyafak di RS Polri, Jakarta Timur. (ctr/wis)