Tim DVI Kumpulkan Barang Milik Korban untuk Diidentifikasi

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 13:39 WIB
Tim DVI Kumpulkan Barang Milik Korban untuk Diidentifikasi Sejumlah barang-barang diduga milik penumpang korban insiden Lion Air JT-160. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Metro Jaya mengambil sejumlah serpihan dan barang yang ditemukan dari jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Pelabuhan JICT Tanjung Priok. Tim DVI Polda Metro Jaya yang bertugas, Iptu Agus menyatakan polisi mengambil serpihan barang yang di dalamnya melekat bagian biologis manusia.

"Pengambilan serpihan buat sampel. Yang diambil sampel biologis dipilih seperti barang yang masih ada potongan dagingnya dan sampel properti, artinya barangnya seperti sepatu, baju," kata Agus di Pelabuhan JICT Jakarta, Rabu (31/10)

Serpihan barang itu akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dicek kembali. Kemudian barang-barang itu bakal dipindahkan sesuai dengan kelompoknya.


"Dibawa ke RS Polri dan juga lagi dikelompokin. Sepatu sendiri, baju, jas, dompet, dipisah-pisahin lah," terang dia.

Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan tim DVI beserta petugas berwenang lainnya terlihat mengelompokkan barang-barang yang ditemukan dari insiden jatuhnya Lion Air tersebut.

Barang-barang seperti puluhan pasangan sepatu, tas, dan barang lain milik anak-anak hingga orang dewasa dijejer rapi di sebuah tempat di JICT.

Polisi juga terlihat menunjukkan satu pasang baju pramugari Lion Air yakni baju dan rok. Adapula peralatan-peralatan penumpang lainnya yang dijejerkan seperti pakaian pribadi.

Laporan dari Tim Basarnas di JICT setidaknya sudah ada 49 kantong jenazah yang ditemukan per tanggal 31 Oktober pukul 10.00 WIB. Pencarian hingga saat ini masih dilanjutkan.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 jatuh pada Senin (29/10), pada pukul 06.20 WIB atau 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat yang mengangkut sebanyak 189 orang itu jatuh di Perairan Tanjung Karawang. 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan pihaknya sudah mendapatkan titik terang koordinat jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Menurut dia, titik koordinat itu akan dipastikan lagi ke Badan SAR Nasional (Basarnas).

"Titik terang adanya dugaan kuat adalah bagian dari fuselage (badan pesawat) JT-610 itu sudah ditentukan koordinatnya," kata Hadi di Pelabuhan JICT.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Komisaris Besar Musyafak mengaku bahwa hasil forensik untuk mengidentifikasi korban JT-610 lewat postmortem masih nihil.

Menurut Musyafak hingga hari kedua usai insiden kecelakaan, Selasa (30/10) kemarin, sudah ada 26 jenazah yang telah dilakukan pemeriksaan dan rekonsiliasi.

"Namun hasilnya belum satupun yang teridentifikasi, masih nihil," kata Musyafak di RS Polri, Jakarta Timur. (ctr/wis)