Secuil Kesaksian Driver Ojek Online soal Jatuhnya Lion Air

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 19:29 WIB
Secuil Kesaksian Driver Ojek Online soal Jatuhnya Lion Air Posko Basarnas di Tanjung Priok. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengenakan jaket ojek online, seorang wanita tergesa-gesa mencari Posko Basarnas evakuasi korban Lion Air JT-610 di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11).

Namanya, Anastasia Mengko. Demikian dia memperkenalkan diri kepada petugas di Posko dan wartawan yang berada di sekitar Posko.

"Tasia," begitu, katanya dia biasa dipanggil.


Wanita yang berprofesi sebagai driver ojek online itu sengaja datang ke Posko untuk memberikan secuil informasi tentang jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Katanya, dia tidak bisa tidur karena ada yang mengganjal perasaannya.

Kebetulan di Posko Basarnas, saat itu ada dua investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Mardjono dan Sigit. Mereka langsung mempersilakan Tasia bercerita.

"Posisi saya di rumah waktu itu, anak saya yang lihat di luar pertama kali dan bilang 'mami ada pesawat seram'," ujar Tasia mengawali ceritanya.

Kejadian itu, kata Tasia, terjadi pada Senin (29/10). Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang lepas landas sekitar pukul 06.20 dan hilang kontak pada 06.33 WIB.

Mendengar ucapan anaknya, Tasia buru-buru keluar rumah. Kira-kira itu pukul 06.20-an WIB. Menurut pengakuannya, ia melihat sebuah pesawat hendak mendarat dengan posisi miring ke kiri dan bertuliskan 'Lion' di badan pesawat.

"Setelah lewat, saya lihat body bawah itu ada asap antara roda sepertinya sebelah kanan tapi tidak ada roda yang keluar," kata dia, "Bunyi suara pesawatnya halus sekali bulat. Tidak seperti bunyi pesawat biasanya yang cempreng seperti jet power."
Anastasia Mengko. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Setelah melihat kejadian itu, Tasia melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Sekitar pukul 11.30 WIB Tasia pun menonton televisi dan baru menyadari bahwa ada pesawat yang kecelakaan.

Awalnya Tasia sempat memilih berdiam diri. Namun ia mengaku tak tenang dan berinisiatif mengunjungi salah satu Posko Basarnas.
Dia berharap secuil kesaksiannya bisa membantu pihak berwenang untuk mengungkap misteri penyebab Pesawat Lion JT610 jatuh.

"Kemarin saya seakan-akan enggak bisa tidur saya merasa bersalah coba kalau lihat saya bisa langsung ngomong," jelas dia.

Mendengar cerita Tasia, Mardjono bertanya lokasi rumah Tasia. Dia pun menjawab bahwa rumahnya berada di kawasan Karawaci, Tangerang.
Bahkan, dia menunjukkan aplikasi peta online di handphone-nya.

"Ini Barat Daya Cengkareng," jawab Mardjono sambil memperhatikan peta.

Tasia menawarkan KNKT untuk mengecek daerah rumahnya untuk mendapatkan data lengkap.

Mendengar hal itu, Mardjono mengatakan bakal segera mengecek lokasi tersebut.

"Ya sudah bu, kita hanya mendengarkan di sini. Nanti kita diskusikan kembali. Yang penting Ibu jangan merasa bersalah. God bless you," tutup Mardjono.
(ctr)